RADAR JOGJA - Belum semua desa di Kabupaten Purworejo miliki penyuluh pertanian. Dari 494 desa atau kelurahan di Kabupaten Purworejo baru ada sebanyak 152 penyuluh pertanian.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Purworejo Hadi Sadsila. Dia mengatakan, saat ini jumlah penyuluh pertanian yang mengawal dan mendampingi petani di tingkat desa di Kabupaten Purworejo sebanyak 152 orang.
Padahal, menurut Undang-Undang Nomor 6/2016, idealnya di setiap desa atau kelurahan terdapat satu orang penyuluh pertanian. ”Artinya, dengan jumlah 494 desa atau kelurahan yang ada, baru dapat terpenuhi 30 persen penyuluh pertanian," ungkapnya Kamis (1/2).
Dia berharap, ke depan dapat dibuka formasi tambahan untuk PPL (penyuluh pertanian lapangan) khususnya dari THL SMA untuk menambah tenaga PPL di Kabupaten Purworejo. "Karena PPL merupakan garda terdepan untuk ketahanan pangan," kata Hadi.
Selain itu, PPL juga turut menentukan keberhasilan pembangunan pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani. Menurutnya, penyuluh pertanian mempunyai peran sangat penting dan strategis. Utamanya, sebagai agen perubahan untuk transfer teknologi pembangunan pertanian bagi masyarakat petani.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti. Diungkapkan, penyuluh pertanian memiliki tugas dan fungsi memberikan penyuluhan melalui pendekatan kelompok tani.
"Itu bertujuan agar pengetahuan, keterampilan, maupun sikap petani menjadi lebih baik dalam mengelola usaha tani," tuturnya aat kegiatan pembinaan penyuluh pertanian dan penyerahan bantuan sosial kepada 55 THL penyuluh pertanian di Kabupaten Purworejo.
Salah satu tenaga harian lepas penyuluh pertanian dari Kecamatan Kemiri Agus Nugroho menyampaikan, kegiatan pembinaan bagi para penyuluh pertanian merupakan hal yang penting. Selain itu, pemberian bantuan sosial juga menjadi salah satu bentuk perhatian bagi para THL. "Semoga untuk ke depan, kegiatan seperti itu dapat terus diadakan," harap dia. (han/pra)
Editor : Heru Pratomo