Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jadi Kota Toleran OPD di Magelang Diminta Buat Regulasi Daerah Terkait IKT

Naila Nihayah • Kamis, 1 Februari 2024 | 15:25 WIB
RAMAI: Warga dari berbagai daerah memadati Alun-alun Kota Magelang pada Sabtu malam. Atraksi air mancur menari menjadi daya tarik bagi mereka. 
RAMAI: Warga dari berbagai daerah memadati Alun-alun Kota Magelang pada Sabtu malam. Atraksi air mancur menari menjadi daya tarik bagi mereka. 

 

RADAR JOGJA - Pada 2022, Magelang menduduki peringkat 10 sebagai Kota Toleran versi Setara Institute. Beruntung, berdasarkan laporan Indeks Kota Toleran (IKT) tahun 2023, Kota Magelang berhasil memperbaiki peringkat sebagai Kota Toleran versi Setara Institute. Kali ini, naik jadi peringkat enam dengan skor 6,220.

 

Ketua Satgas IKT Kota Magelang Catur Adi Subagio menambahkan, berbagai upaya yang dilakukan pemkot untuk mendongkrak peringkat Kota Toleran. Satu di antaranya dengan membentuk Satgas IKT sehingga kerja lebih fokus lagi.

 Baca Juga: Pemungutan dan Perhitungan Suara Diprediksi Rampung Malam, KPU Kebumen Gelar Simulasi di TPS

"(Adanya satgas IKT) artinya koordinasi antarOPD yang tersambung dengan IKT itu jadi lebih baik lagi. Dan tahun 2023, Kota Magelang naik empat peringkat sungguh luar biasa, berkat kerja bersama," jelasnya.

 

Selain itu, menurut Catur, ekspos media dan inovasi menjadi nilai tambah IKT Kota Magelang. Kendati demikian, masih banyak kerja yang harus dilakukan jika ingin naik peringkat. Catur mengakui cukup berat bersaing dengan 94 kota se-Indonesia yang sudah memiliki sikap toleransi tinggi seperti Kota Singkawang dan Kota Salatiga.

 Baca Juga: 3 Kali Terkena Longsor, Rumah Milik 4 Kepala Keluarga Terancam Longsor Kembali

"Kota-kota lain sudah mempersiapkan diri dengan matang, baik dari sisi penganggaran, kolaborasi, bahkan studi banding ke Setara Institute. Dari semua itu, yang terpenting bagi kita toleransi di Kota Magelang tetap berjalan baik," imbuhnya.

 

Dia mendorong seluruh OPD untuk berinovasi dalam rangka mendukung IKT. Termasuk menambah regulasi yang bersentuhan dengan IKT, bisa Peraturan Wali Kota (Perwal) ataupun Peraturan Daerah (Perda) untuk menguatkan IKT di Kota Magelang.

Baca Juga: Hasil Bahrain v Jepang: Samurai Biru Melaju ke Babak 8 Besar 

Wakil Wali Kota Magelang M Mansyur menyebut, pada 2021, Kota Magelang berada di peringkat enam. Namun, pada 2022, peringkatnya sempat turun di urutan ke-10. "Pada 2023, kita naik lagi jadi peringkat enam," jelas Mansyur usai menerima penghargaan.

 

Ke depan, harapannya Kota Magelang lebih bekerja keras dan membenahi diri apa yang dirasa kurang. Minimal, lanjut dia, kota ini bisa menduduki tiga  besar IKT.

Baca Juga: Tanah Longsor di Hargomulyo Gunungkidul Timpa Dua Rumah, Satu Warga Terluka 

Di 2023, Setara Institute melibatkan 94 kota dari total 98 kota di seluruh Indonesia dalam penilaian IKT. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan 4 variabel dan 8 indikator. Yakni regulasi pemerintah kota, regulasi sosial, tindakan pemerintah, dan demografi sosio-keagamaan.

 

Dari aspek tersebut, katanya, dihasilkan pengukuran praktik-praktik toleransi terbaik di kota-kota di Indonesia. Adapun 10 kota dengan tingkat paling toleran di Indonesia: Singkawang, Bekasi, Salatiga, Manado, Semarang, Magelang, Kediri, Sukabumi, Kupang, dan Surakarta. (aya/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#indeks kota toleran #singkawang #Wakil Wali Kota Magelang M Mansyur #setara institute