Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ingat Value of Money, Dana BOSP 2024 di Kebumen Capai Rp 167 Milliar

Muhammad Hafied • Kamis, 1 Februari 2024 | 03:48 WIB
ARAHAN: Pemkab Kebumen menggelar sosialisasi pengelolaan BOSP tahun anggaran 2024. Kegiatan tersebut diikuti ratusan kepala sekolah selaku pengguna anggaran.
ARAHAN: Pemkab Kebumen menggelar sosialisasi pengelolaan BOSP tahun anggaran 2024. Kegiatan tersebut diikuti ratusan kepala sekolah selaku pengguna anggaran.

KEBUMEN - Ratusan kepala sekolah di Kebumen mengikuti sosialisasi terkait petunjuk teknis pengelolaan dana bantuan operasional satuan pendidikan (BOSP) tahun 2024 Selasa (30/1).

Sosialisasi tersebut dihadiri Bupati Kebumen Arif Sugiyanto beserta jajaran forkopimda.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kebumen Yanie Giat Setyawan menyampaikan, tahun ini Pemkab Kebumen mendapat kucuran dana BOSP senilai Rp 167 miliar.

Baca Juga: 3 Kali Terkena Longsor, Rumah Milik 4 Kepala Keluarga Terancam Longsor Kembali

Anggaran tersebut tersedia dan disalurkan untuk lima lembaga pendidikan. Masing-masing PAUD, SD, SMP, PKBM, dan SKB.

"Dulu cuma BOS. Sekarang istilahnya ganti BOSP. Di Kebumen alokasi dana BOS sebesar Rp 167 miliar," jelasnya, Rabu (31/1).

Yanie menyebut, secara rinci alokasi dana BOSP paling banyak diterima SD sejumlah Rp 95 miliar.

Kemudian, SMP sejumlah Rp 48 miliar dan Paud Rp 20 miliar. Sedangkan PKBM sebesar Rp 2,3 miliar.

Baca Juga: Tanah Longsor di Hargomulyo Gunungkidul Timpa Dua Rumah, Satu Warga Terluka

Terakhir, SKB menerima sebesar Rp 346 juta.

"Dibagi setiap satuan pendidikan dengan menyesuaikan prosi kebutuhan," ungkapnya.

Sejauh ini, kata Yanie, sekolah di bawah naungan Disdikpora Kebumen hanya mengandalkan BOSP untuk mencukupi kebutuhan layanan pendidikan.

Baca Juga: Usai Kejaksaan, Polisi Juga Telusuri Dugaan Pidana dalam Kasus Snack Sripah Pelantikan KPPS Sleman

Pemerintah daerah belum mengalokasikan anggaran untuk BOS daerah (Bosda) sebagai pendamping BOSP.

"Bosda itu diluar BOSP. Fungsinya untuk mendampingi. Di Kebumen belum ada. Kabupaten lain sebagian ada," ucap Yanie.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengatakan, dana BOSP berdampak cukup signifikan bagi dunia pendidikan.

Baca Juga: Buron Selama 2 Tahun Sebagai Dokter Gadungan PSS Sleman, Elwizan Berjualan Pampers Bayi di Tangerang

Dari BOSP, kata Arif, tidak hanya sekedar mencukupi kebutuhan operasional sekolah, melainkan terbukti mampu meningkatkan mutu hasil pendidikan.

"Artinya bahwa value for money dana BOS dapat dipertanggungjawabkan baik secara ekonomis, efisiensi, maupun efektivitasnya," ujar Bupati.

Arif berpesan agar pengelolaan dana BOSP memperhatikan nilai kecepatan, efektif, transparan dan akuntabel.

Baca Juga: Antisipasi Perceraian Pengantin Baru Karena Faktor Ekonomi, Program KUA Moderat Diterbitkan

Dia tak ingin dari anggaran tersebut kemudian muncul pelanggaran karena dari sisi pengelolaan tidak sesuai aturan.

Lebih lanjut, Arif meminta dana BOSP dapat digunakan skala prioritas untuk peningkatan mutu serta kulitas layanan pendidikan.

Baca Juga: Tak Terima Cinta Diputus, Seorang Pria Rudapaksa dan Aniaya Mantannya

Oleh karena itu, dia menekankan tentang pentingnya perencanaan yang matang sebelum digunakan untuk belanja kebutuhan.

"Refleksi terhadap akar masalah dan membenahi permasalahan melalui program dan kegiatan yang terarah," bebernya. (fid)

 
Editor : Amin Surachmad
#Satuan pendidikan #BOSP #petunjuk teknis #pengelolaan dana