RADAR JOGJA - Mayjen TNI (Purn) dr Roebiono Kertopati diusulkan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menjadi pahlawan nasional. Dia adalah cucu cicit dari Bupati pertama Purworejo, Raden Adipati (RAA) Tjokronegoro I. Apa yang melatarbelakangi usulan ini dan bagaimana sepak terjang Roebiono Kertopati?
Roebiono Kertopati sendiri lahir di Ciamis, 11 Maret 1914. Ia putra Raden Bei Soewardjo Kertopati, anak bupati pertama Purworejo. Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN Brigjen TNI Berty Beatus Wilem Sumakud menyampaikan, pengusulan itu dilakukan karena Roebiono Kertopati memiliki banyak, jasa khususnya di bidang persandian Indonesia.
Seperti merintis Dinas Code (1946) saat bertugas di bidang intelijen dari Kementerian Pertahanan. Kini, Dinas Code bernama Lembaga Sandi Negara. Roebiono Kertopati juga pernah menjadi Kepala Lembaga Sandi Negara selama 38 tahun lebih.
Diungkapkan, proses pengusulan gelar pahlawan nasional bagi Roebiono Kertopati dimulai dari Kabupaten Purworejo, kemudian ke Provinsi Jawa Tengah. "Setelah itu berlanjut sampai ke Kementerian Sosial (Kemensos) dan ada dewan gelar nasional yang akan menilai serta memutuskan sebelum ditetapkan oleh presiden," ungkapnya dalam FGD usulan pemberian gelar pahlawan nasional untuk Mayjen TNI dr Roebiono Kertopati (25/1).
Proses pengusulan sampai Kemensos terakhir 31 Maret 2024. Sedang pengesahan atau penetapan sebagai pahlawan nasional rencananya dilakukan pada 10 November 2024 saat Hari Pahlawan. "Prosesnya tidak mudah, tapi harapannya semua dapat berjalan baik," harapnya.
Selain mengusulkan namanya menjadi pahlawan nasional, BSSN juga berencana mendeklarasikan Roebiono Kertopati sebagai bapak persandian Indonesia pada 1 Februari 2024.
Sumakud mengatakan, Roebiono Kertopati adalah pejuang multitalenta yang memiliki banyak jasa. Tak hanya di bidang persandian, tetapi juga di bidang kesehatan, telekomunikasi, hingga tenaga atom.
Roebiono Kertopati juga mendirikan sekolah Akademi Sandi Negara yang sekarang bernama Politeknik Siber dan Sandi Negara di Ciseeng, Bogor. Karya ilmiahnya berupa bahkan sampai saat ini masih dipakai oleh mahasiswa di kampus tersebut.
Bupati Purworejo Yuli Hastuti mengatakan, pemkab akan mendukung dan memperjuangkan usulan pemberian gelar pahlawan untuk Roebiono Kertopati itu. "Meski bukan kelahiran Kabupaten Purworejo, beliau tetap bagian dari Kabupaten Purworejo. Jadi kami akan memperjuangkan itu," sebutnya.
Terlebih, menurut Yuli, Roebiono Kertopati adalah sosok yang tidak asing dalam persandian Indonesia dan keamanan informasi negara. Jasa-jasanya dapat menjadikan inspirasi bagi generasi muda. "Saya rasa usulan gelar pahlawan nasional bukan sekadar penghargaan, tapi juga pengakuan terhadap peran almarhum," katanya. (laz/han)
Editor : Satria Pradika