Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ingatkan Pemilu Damai, Warga Magelang Bawakan Bendera Merah Putih 100 Meter

Naila Nihayah • Sabtu, 27 Januari 2024 | 14:35 WIB

 

BENTANGKAN BENDERA: Para peserta yang mengikuti
BENTANGKAN BENDERA: Para peserta yang mengikuti

 

 

RADAR JOGJA - Para pelaku wisata, tokoh agama, dan tokoh budaya di Kabupaten Magelang menggelar aksi pemilu damai, Jumat (26/1). Aksi tersebut ditandai dengan arak-arakan tari Soreng dan pembentangan bendera merah putih sepanjang 100 meter. Dimulai dari Masjid An-Nur hingga ke halaman kantor DPRD Kabupaten Magelang.

Dalam aksi itu, para peserta mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Magelang untuk menjaga kondusivitas selama proses pemilu agar tetap aman, tentram, dan damai. Kemudian, menjaga ketertiban umum agar aktivitas masyarakat, roda ekonomi, dan pariwisata berjalan lancar.

Poin ketiga adalah menolak aksi kekerasan dan anarkis selama masa kampanye dan pasca pemilu, hoaks, dan knalpot brong yang dapat merusak citra pariwisata Magelang. Terakhir, memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar bangsa Indonesia diberikan keselamatan, keberkahan, dan kejayaan.

Koordinator kegiatan Abbet Nugroho menjelaskan, ketika tercipta kondusivitas yang aman dan damai, praktis sektor pariwisata akan lancar. Hal itu juga berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Para pelaku wisata juga tidak ingin terjadi kerusuhan dan gangguan kamtibmas yang berpotensi mengganggu roda ekonomi pariwisata.

Sebab, berkaca pada kerusuhan antarmassa simpatisan di Muntilan, sedikit banyak mencoreng citra pariwisata di Kabupaten Magelang. Sejumlah masyarakat menilai kejadian itu cukup mengerikan. Hal itu praktis berdampak pada angka kunjungan pariwisata di Kabupaten Magelang. Karena mereka membatalkan kunjungannya.

Seluruh kelompok pariwisata, kata dia, memiliki tugas yang sama untuk menjaga kedamaian. “Jadi, kami mengantisipasi itu. Dan teman-teman pelaku wisata bersinergi untuk mencegah dan terus berkoordinasi dengan instansi terkait. Agar suasana kamtibmas betul-betul baik,” kata dia.

Sementara itu, ketua panitia Hani Sutrisno menambahkan, aksi ini dilakukan dengan harapan sektor pariwisata di Kabupaten Magelang tidak terganggu adanya kampanye terbuka. “Seperti yang dulu pernah terjadi (kasus Muntilan), pariwisata sangat terdampak. Saya harap kejadian tersebut tidak terulang lagi agar pariwisata tidak mati,” ujarnya.

Menurutnya, sebagus apapun pariwisata yang ada, ketika daerahnya tidak aman praktis ekonominya tidak berjalan dengan baik. Dengan begitu, dia menegaskan, yang perlu dijaga adalah keamanan dan ketertiban masyarakatnya. Untuk itu, para pelaku wisata mengutuk siapapun yang nantinya akan membuat kekacauan di Kabupaten Magelang. (aya/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#Kabupaten Magelang #bendera merah putih #Pemilu #hoaks