RADAR JOGJA - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Purworejo gelar pameran produksi pertanian di halaman kantor DKPP Purworejo, Kamis (25/1). Gelaran tersebut berlangsung selama empat hari dari 25-28 Januari 2024.
Kepala DKPP Purworejo Hadi Sadsila mengatakan, untuk pameran kali ini dia kolaborasikan dengan berbagai kegiatan seperti bazar durian lokal Purworejo, lomba durian unggul Purworejo, Rumah Pangan Kita, hingga vaksinasi rabies untuk hewan peliharaan atau kesayangan.
"Ini merupakan agenda tahunan yang sudah biasa kami gelar. Rencananya tahun ini akan kami selenggarakan dua kali," ungkapnya, Kamis (25/1).
Baca Juga: Ciptakan Suasana Nyaman di Masyarakat, Polres Gunungkidul Hunting Knalpot Brong
Dikatakan, untuk agenda bazar durian lokal Kabupaten Purworejo akan dilaksanakan selama empat hari. Yakni, dengan menghadirkan 12 lapak durian dari sembilan kecamatan penghasil durian di Kabupaten Purworejo. "Ada dari Kecamatan Kaligesing, Bruno, Kemiri, Pituruh, Loano, Bener, Gebang, Purworejo, Bagelen," sebut Hadi.
Pengunjung bisa datang ke DKPP Purworejo mulai dari pukul 08.00 sampai selesai. Harga durian yang dijajakan mulai dari harga Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu. "Untuk lomba durian diselenggarakan hari ini ada sekitar 50 peserta, nanti pemenangnya akan kami dukung untuk sertifikasi variates lokal unggul Kabupaten Purworejo," katanya.
Kemudian, kegiatan Rumah Pangan Kita akan digelar pada Jumat (26/1). Kegiatan tersebut juga merupakan agenda rutin dari DKPP Purworejo dengan menyediakan produk-produk pertanian dengan harga yang lebih murah dari harga pasar.
"Untuk vaksinasi rabies untuk hewan seperti kucing, anjing, dan sebagainya gratis. Bisa konsultasi kesehatan dan pengobatan hewan juga," ungkap dia.
Salah satu peserta bazar dari Kecamatan Loano, Waridi, mengaku senang dengan adanya kegiatan bazar tersebut. Karena dapat membantu mempromosikan durian miliknya. Menurutnya, bazar tersebut menjadi wadah bagi petani durian untuk mendatangkan pelanggan. "Saya jual dari harga Rp 10 ribu sampai Rp 50 ribu karena bazar. Saya jual durian hasil kebun saya sendiri," ujarnya.
Terpisah, Bupati Purworejo Yuli Hastuti sangat mengapresiasi adanya event tahunan tersebut. Dia berharap, event itu mampu mempromosikan produk durian varietas unggul lokal yang mampu berdaya saing dengan varietas di daerah lain.
Baca Juga: BPN Kebumen Target 60 Ribu Bidang Tanah Bersertifikat, Target 2023 Terpenuhi 56 Ribu Sertifikat
Terlebih, menurut sebagian orang, Kabupaten Purworejo merupakan salah satu daerah penghasil durian yang dianggap istimewa. Yaitu, memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki durian dari daerah lainnya.
"Keistimewaan itu hanya akan menjadi klaim sepihak, apabila realitasnya durian Purworejo kurang dikenal oleh masyarakat luas," imbuh Yuli.
Baca Juga: Ramai Soal Kejelasan Uang Transport dan Snack Petugas KPPS di Sleman, KPU Jelaskan Kebenarannya
Untuk itu, kata Yuli, diperlukan upaya agar durian Purworejo benar-benar dikenal dan dicari oleh para penggemar durian. Salah satunya kegiatan yang mampu menarik masyarakat luas seperti bazar atau festival durian.
Dikatakan, upaya lain yang dilakukan Pemkab Purworejo untuk meningkatkan produksi dan produktivitas durian yaitu dengan memberikan dukungan melalui kegiatan penanaman tanaman hortikultura unggulan. "Di 2023, Pemkab Purworejo mengalokasikan bibit durian sebanyak 1.200 batang atau setara dengan 120 hektare lahan," tandasnya. (han)
Editor : Heru Pratomo