Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Beli Buku atau Sepatu Bukan untuk Pulsa Handphone, Seribu Pelajar di Kota Magelang Dapat Bantuan Program Indonesia Pintar

Naila Nihayah • Selasa, 23 Januari 2024 | 14:15 WIB

 

PAMER KIP: Ada sebanyak 1.000 siswa SD hingga SMA se-Kota Magelang yang menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2024. 
PAMER KIP: Ada sebanyak 1.000 siswa SD hingga SMA se-Kota Magelang yang menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2024. 

RADAR JOGJA – Sedikitnya ada 1.000 pelajar dari tingkat SD hingga SMA di Kota Magelang yang mendapat bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Dana bantuan PIP ini disalurkan untuk membantu biaya dan perluasan akses pendidikan. Syaratnya dipakai untuk membeli barang yang mendukung pendidikan. Seperti buku atau sepatu. Dilarang untuk membeli pulsa handphone.

Adapun besaran dana yang diterima berbeda. Disesuaikan dengan tingkat pendidikan. Siswa SMK Citra Medika Kota Magelang Nesya Cantika Putri mengaku, sudah sejak SD mendapatkan bantuan PIP. Biasanya, uang itu digunakan untuk membeli kebutuhan sekolah. Seperti tas, buku, hingga membayar SPP. “Sudah dapat sejak 2011. Waktu itu masih SD, dapatnya Rp 375 ribu. Kemudian waktu SMP dapat Rp 750 ribu dan SMK ini dapat Rp 1 juta,” kata dia di Lapangan Tenis Indoor Moncer Serius Sanden, Kota Magelang, Senin (22/1).

Dia menyebut, uang yang didapat itu memang selalu habis untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Ketika ada sisa, barulah ditabung. Dengan adanya PIP ini, membuat dia bersemangat untuk sekolah. Apalagi dia tidak perlu memikirkan biaya sekolah. “Harapannya, anak-anak dari sekolah lain dapat memanfaatkan PIP untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya. Sehingga bisa belajar lebih sungguh-sungguh,” imbuhnya.

Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Imam Baihaqi menyebut, tahun ini ada 1.000 penerima PIP. Baik dari tingkat SD, SMP, maupun SMA/SMK. Namun, secara keseluruhan total penerima bantuan PIP di wilayahnya ada 3.948 siswa. Dengan rincian, tingkat SD ada 1.752 siswa dan 2.196 siswa SMP.

Dia menjelaskan, syarat penerima PIP ini haruslah tercantum pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan telah dicocokkan dengan data pokok pendidikan (Dapodik). “Lalu, dimasukkan di aplikasi Sistem Informasi Program Indonesia Pintar (Sipintar),” sebutnya.

Bantuan PIP ini, kata dia, diberikan setiap tahun kepada siswa SD sebesar Rp 450 ribu, SMP Rp 750 ribu, dan tingkat SMA/SMK Rp 1,8 juta per anak. Setiap siswa akan mendapat Kartu Indonesia Pintar (KIP). Bahkan, banyak siswa yang mendapat program tersebut sejak duduk di bangku SD. Sepanjang masih terdaftar dalam DTKS.

Namun, ketika siswa penerima PIP tersebut pindah sekolah, maka satuan pendidikan harus memperbarui datanya. “Setiap tahun, penerima PIP ini selalu naik. Hari ini (penerima PIP) ada dari SD sebanyak 400 siswa, SMP 300 siswa, serta SMA dan SMK masing-masing 150 siswa,” terangnya.

Presiden RI Joko Widodo menyebut, bantuan PIP diberikan setiap tahun kepada siswa SD sebesar Rp 450 ribu per anak, SMP Rp 750 ribu per anak, dan SMA/SMK Rp 1,8 juta per anak. Bantuan tersebut disalurkan melalui tiga bank, yakni BNI, BRI, dan BSI. Dia meminta bantuan PIP digunakan untuk membeli kebutuhan-kebutuhan sekolah. “Saya kira cukup, patut kita syukuri bersama dan uang ini digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan sekolah. Untuk beli buku, boleh? Untuk beli alat-alat tulis boleh? Untuk seragam boleh? Untuk beli sepatu bisa?,” kata Jokowi. Dengan kompak para siswa menjawab boleh.

Kemudian, Jokowi juga mengingatkan agar uang PIP tidak boleh digunakan untuk membeli kebutuhan selain sekolah. Misalnya ponsel, pulsa, maupun kuota. “Untuk beli handphone tidak boleh, untuk beli pulsa handphone juga tidak boleh. Setuju?,” sambungnya dan dibalas setuju oleh seluruh siswa.

Jokowi menyebutkan, pemerintah telah memberikan dana PIP kepada 18 juta siswa di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2023. Tahun 2024 ini, penerima PIP naik menjadi 18,6 juta siswa. Bantuan juga diberikan bagi siswa SMA/SMK yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi berupa KIP Kuliah. Pada kesempatan itu, Jokowi juga membagikan sepeda kepada tiga siswa yang maju ke depan untuk melafalkan sila Pancasila. (aya/pra)

Editor : Satria Pradika
#presiden joko widodo #Siswa #program indonesia pintar