KEBUMEN - Para siswa MTsN 1 Kebumen dapat merasakan pengalaman berharga saat mengikuti outing class atau pembelajaran di luar kelas.
Mereka berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan turis mancanegara di Candi Prambanan.
Kepala MTsN1 Kebumen Fitriana Aenun mengatakan, pembelajaran luar kelas ini sengaja digelar untuk melatih kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris.
Baca Juga: Supaya Tak Ganggu Masyarakat, Pakai Knalpot Brong di Arena Balap
Dia bersyukur, dari kegiatan tersebut siswanya tak canggung untuk berkenalan dan berkomunikasi dengan turis asing.
"Ya, kami minta anak-anak buat laporan. Bisa lewat vlog atau tulisan. Tapi kebanyakan tertarik bikin video vlog," jelas Aenun, Minggu (21/1).
Outing class ini diikuti para siswa dari kelas program khusus bilingual. Adapun pemilihan lokasi candi sebagai tujuan outing class karena selama ini memang menjadi tujuan wisata para turis asing.
Baca Juga: Milik Keunggulan Irit dan Harga Lebih Kompetitif, TVS Callisto 125 Siap Menjajal Aspal Jogja
Sehingga siswa dapat leluasa menyalurkan kemampuan berkomunikasi dengan bahasa inggris.
Menurut Aenun, model pembelajaran luar kelas merupakan terobosan di dunia pendidikan, agar aktivitas siswa maupun guru tak lagi monoton.
Metode ini sejalan dengan kurikulum Merdeka Belajar, di mana para siswa dituntut aktif dan kreatif.
"Anak-anak antusias ya. Mereka begitu semangat karena ketemu langsung dengan bule. Jadi ajang latihan," ucapnya.
Baca Juga: Prediksi Laga dan Susunan Pemain Persiraja Banda Aceh v PSIM Jogja
Kelas Bilingual merupakan program unggulan yang digagas MTs Negeri 1 Kebumen. Kelas ini sengaja dibuka agar siswa andal menggunakan bahasa inggris baik secara tulis maupun lisan.
Guna mempertajam kemampuan, siswa juga dituntut berkomunikasi menggunakan pengantar bahasa inggris aktif.
"Kecenderungan kami sekarang mengasah skill anak-anak. Tentu tak lain untuk menyiapkan bekal mereka sebelum mengenyam pendidikan lanjut," ujar Aenun.
Baca Juga: UPDATE: Merapi Tiga Kali Erupsi, Jarak Luncur Maksimal 1,5 Kilometer ke Arah Barat Daya
Sementara itu, salah satu siswa Mahira Kamalia Syarahil mengaku terkesan dengan pembelajaran diluar kelas.
Menurutnya, kunjungan ke Candi Prambanan, lalu berkomunikasi dengan turis asing memberikan makna dan pengalaman berharga.
Kegiatan tersebut merupakan kesempatan dirinya untuk mempraktekkan teori yang selama ini didapat selama pembelajaran di dalam kelas.
"Awalnya grogi, takut. Tapi pas diajari mentor langsung berani. Lama-lama terbiasa. Sekarang ngomong sendiri sama turis berani," ungkapnya. (fid)