KEBUMEN - Putri Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid, berkunjung ke Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, Selasa (9/1).
Dalam kunjungannya itu, Yenny sempat tilik kebun jambu kristal. Ia kepincut saat mencicipi jambu khas pesisir selatan tersebut.
Menurut Yenny, jambu kristal yang tumbuh subur di sepanjang wilayah urut sewu atau pesisir selatan Kebumen dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
"Ternyata manis ya. Tidak kalah dengan jambu bangkok (impor). Dari produsen ke konsumen lebih dekat, sehingga menghemat BBM," kata Yenny saat mencicipi jambu kristal.
Yenny mengatakan, sudah saatnya jambu kristal khas Kebumen dapat mengisi pasar nasional.
Dari segi cita rasa dan ukuran sangat layak untuk bersaing dengan jambu daerah lain.
Dia berharap pemerintah mampu membuat sistem pemasaran agar jambu kristal Kebumen dapat terserap di pasaran.
"Jangan sampai tidak ada yang beli, harganya jatuh. Misalnya dijual jaringan BUMN. Ada kunjungan tamu luar negeri. Itu contoh perhatian negara," terangnya.
Dalam lawatan itu, Yenny sempat berbincang dengan kalangan petani.
Ia mendengarkan sejumlah keluhan para petani. Salah satunya terkait aksesibilitas dan ketersediaan pupuk subsidi.
Baca Juga: Rekayasa Lalu Lintas Selama Prosesi Dhaup Ageng Dua Hari, Ini Ruas Jalan yang Tidak Bisa Dilalui
"Selama ini mereka sendirian. Mereka merasa perhatian negara sangat minim sekali. Jadi negara harus hadir," ucapnya.
Yenny mengatakan, petani Indonesia secara keseluruhan mencapai 40,6 juta orang. Oleh karena itu, negara perlu hadir untuk memastikan keberlangsungan petani.
Terlebih, kata dia, petani merupakan bagian penting dari ketahanan pangan Indonesia.
Dia berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah dapat menjadi pemantik semangat para petani dalam menggarap lahan.
Baca Juga: Dinkes Bantul Targetkan Penurunan Jumlah Kematian Ibu dan Bayi, Ini Sejumlah Upaya yang Dilakukan
"Karena bagaimana pun ketahanan pangan ditopang petani. Mereka yang berada di garda terdepan kemandirian pangan Indonesia," ucapnya.
Selepas dari kebun jambu, Yenny melanjutkan agenda istigasah dan doa bersama untuk keselamatan bangsa di Desa Ranterejo, Kecamatan Klirong.
Direktur Wahid Institute itu juga datang untuk bertemu dengan kiai serta para kader NU.
Yenny menyebut, keluarga Gus Dur sejak lama telah memiliki kedekatan dengan ulama karismatik dari Kebumen, yakni KH Son Haji.
Baca Juga: Jumlah Kasus Tertinggi di DIY, Ini Upaya Dinkes Gunungkidul Atasi Masalah Stunting
"Niat kami silaturahmi beberapa tokoh kebumen yang dari dulu sudah dekat," kata Yenny.
Petani jambu kristal Maskur, 43, bersyukur dengan kunjungan sosok putri mantan presiden.
Sebelumnya ia tak menyangka akan kedatangan Yenny Wahid. Maskur hanya meminta keluhan petani yang dialami selama ini mendapat solusi dari pemerintah.
"Senang, ya. Baru pertama kali lihat anak presiden ke sawah. Semoga pupuk pemerintah lebih murah. Harga jual juga bisa terjaga," ujarnya. (fid)