Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kuota Pupuk Subsidi Tahun Ini di Purworejo Berkurang, Ini Jumlah Alokasi Yang Disediakan...

Jihan Aron Vahera • Selasa, 9 Januari 2024 | 18:14 WIB
Para petani di wilayah Kecamatan Banyuurip saat mengolah tanah dan segera siap untuk ditanami padi, Selasa (9/1)
Para petani di wilayah Kecamatan Banyuurip saat mengolah tanah dan segera siap untuk ditanami padi, Selasa (9/1)

PURWOREJO - Kuota pupuk bersubsidi di Kabupaten Purworejo tahun ini mengalami pengurangan.

Tahun ini Kabupaten Purworejo mendapatkan alokasi pupuk urea 9.051,4 ton, NPK untuk padi 5.977 ton, dan NPK untuk kakao 1.772 ton.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo Hadi Sadsila menyampaikan, pengurangan pupuk bersubsidi di Indonesia, rata-rata berkurang 50 persen lebih, termasuk di Purworejo.

Hal tersebut terjadi karena kesulitan bahan baku, dampak dari perang Ukraina-Rusia.

Hadi menyebut, jumlah alokasi pupuk bersubsidi di 2024 itu masih kurang untuk memenuhi kebutuhan pupuk di Kabupaten Purworejo.

"Di Purworejo itu untuk urea kebutuhannya sekitar 12 ribu ton, kalau NPK kurang lebih 9.000-an ton," katanya Selasa (9/1).

Menurutnya, jumlah alokasi pupuk pada 2024 tersebut cukup untuk musim tanam pertama (MT1). Namun, jika tidak ditambah, kata Hadi, akan berpengaruh pada MT2 dan MT3.

"Kami berharap akan ada penambahan kuota pupuk bersubsidi, karena petani kita masih sangat bergantung pada pupuk subsidi," sambungnya.

Selama ini, pihaknya juga telah mendorong para petani untuk menggunakan pupuk organik. Namun, yang menggunakan belum banyak.

Hadi menambahkan, pupuk bersubsidi 2024 tersebut saat ini sudah didistribusikan ke distributor dan KPL (kios pupuk lengkap).

Seharusnya, pupuk sudah bisa diambil oleh petani menggunakan kartu tani.

"Saat ini masih menggunakan kartu tani, ada wacana menggunakan KTP tapi mekanisme dan teknisnya masih akan dikoordinasikan," terang dia.

Salah satu petani di Kecamatan Purwodadi Paruki mengatakan, dia sempat kesulitan air sehingga bibit padi terlambat ditanam.

"Seharusnya bibit padi semaian umur 20-25 harus sudah harus ditanam, saya menanam sudah berumur 30 hari," sebutnya.

Untuk mengatasinya, harus dikejar dengan pupuk agar anakan batang padi banyak. Namun, saat ini dia merasa masih sulit mendapatkan pupuk bersubsidi.

Karena, informasi dari distributor, pupuk baru bisa diambil sepuluh hari lagi.

"Padahal, kami sudah terlambat tanam. Harapan pengambilannya bisa dipercepat," harap dia. (han)

Editor : Bahana.
#kuota pupuk subsidi #Purworejo