KEBUMEN - Polres Kebumen berhasil menyita sedikitnya 103 batang knalpot suara bising atau knalpot brong selama periode pekan pertama bulan Januari 2024.
Selain disita, para pengguna knalpot brong tersebut juga telah dilakukan penindakan berupa sanksi tilang.
Kapolres Kebumen AKBP A. Recky R. menyampaikan, penindakan terhadap pengguna knalpot brong akan terus dilakukan secara masif.
Terlebih, jelang pelaksanaan kampanye Pemilu terbuka yang akan berlangsung mulai 21 Januari 2024.
"Yang menjadi atensi pimpinan adalah knalpot brong, kita lihat fenomena sekarang masih banyak," jelas Recky saat menerima anjangsana Bupati Kebumen bersama rombongan, Senin (8/1).
Saat ini, kata Recky, Polres Kebumen berpacu dengan waktu untuk menjadikan Kebumen terbebas atau zero knalpot brong. Sebab, upaya tersebut menjadi bagian dari atensi pimpinan Polri.
Baca Juga: Tekanan Tinggi, Ten Hag Sindir Dua Pemain Yang Pisah dari Manchester United
"Tujuan tanggal 21 sudah tahap kampanye terbuka. Kegiatan dengan knalpot brong ini akan mengganggu," jelasnya.
Berdasar data Satlantas Polres Kebumen, jumlah pelanggaran lalu lintas terkait knalpot brong selama tahun 2023 sebanyak 2.072 pelanggaran.
Angka ini akan terus bertambah mengingat hingga saat ini penindakan terhadap knalpot brong masih terus dilakukan.
Baca Juga: Usai Diterpa Musibah, Pedagang Pasar Inis Purworejo Tegar dan Tetap Solid
"Tanggal 14 Februari ada pesta demokrasi. Dimana pesta itu harus berakhir dengan gembira. Tugas kami menjaga," terangnya.
Langkah Polres Kebumen melakukan penertiban terhadap knalpot brong ini pun diapresiasi Bupati Kebumen Arif Sugiyanto.
Menurut Arif, penggunaan knalpot brong di Kebumen kini mulai berkurang. "Di Kebumen, polres sudah melakukan langkah preemtif dan prefentif luar biasa. Semoga tidak ada lagi knalpot yang mengganggu," jelas Arif.
Baca Juga: Diduga Terlibat Money Politics, Gus Miftah Dicecar 28 Pertanyaan Anggota Bawaslu Pamekasan
Ia berharap, pada momentum Pemilu 2024 ini bukan menjadi ajang permusuhan. Menurutnya, perbedaan pilihan pada pelaksanaan peralihan kepemimpinan merupakan hal lumrah.
Arif pun mengajak segenap jajaran forkopimda terus merajut sinergitas demi tercapainya hajat nasional yakni Pemilu 2024.
"Kita tahu sudah mendekati pesta demokrasi. Semakin menghangat, bagaimanapun perbedaan itu ada. Tetap gandengan tangan. Teguhkan komitmen," kata Arif. (fid)