RADAR JOGJA - - Magelang memiliki kuliner khas berupa nasi goreng Magelangan. Yang berbeda dengan daerah lainnya. Sebab, nasi goreng tersebut dipadukan dengan mi. Kegiatan ini menjadi upaya untuk memperkenalkan dan mempopulerkan kembali nasi goreng khas Magelang.
Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang Laila Wulandari menyebut, peserta lomba memasak nasi goreng Magelangan itu berasal dari sejumlah kelurahan. "Ada 18 peserta. Baik dari perwakilan kelurahan maupun masyarakat umum," ujarnya saat ditemui, Senin (1/1).
Dia menambahkan, panitia telah menyediakan beras yang dibagikan kepada masing-masing peserta sebanyak 2,5 kilogram (kg). Lalu, ada mi dan minyak goreng. Mereka diminta untuk memasak nasi goreng 20 porsi. Mereka pun bebas mengekspresikan teknik memasaknya.
Baca Juga: Lomba Memasak Nasi Goreng Magelangan, Ajang Kenalkan Sajian Khas Magelang
Hanya saja, panitia memberikan waktu 45 menit agar peserta benar-benar menyelesaikan nasi gorengnya. "Hasil masakannya dinilai oleh tiga tim juri. Nanti mereka yang nasi gorengnya paling enak, kita beri hadiah berupa uang dan plakat," jelas Laila.
Dia menambahkan, hasil masakannya dibagikan kepada seluruh pengunjung yang berada di Jalan Pemuda atau kawasan Pecinan dan alun-alun.
Di saat yang bersamaan, ada parade empat drumband yang diikuti oleh perwakilan sekolah dasar di Kota Magelang. Mereka mulai berjalan dari depan kantor PLN Magelang menuju depan Mapolres Magelang Kota. "Mereka ada atraksi di depan panggung. Lalu, jalan sampai depan polres dan masuk ke alun-alun secara bergiliran," urainya.
Kemudian, ada penampilan dari tiga sanggar kesenian di Kota Magelang. Lalu dilanjutkan dengan penampilan sejumlah band hingga sore hari. Dia berharap, tahun depan, kegiatan seperti ini akan terus dihelat untuk mendatangkan lebih banyak pengunjung dari dalam maupun luar daerah.
Seorang peserta dari Kelurahan Jurangombo Utara Tutik mengaku baru kali pertama mengikuti perlombaan seperti itu. "Senang bisa ikut lomba memasak karena memang saya suka masak. Kebetulan ini lombanya di Pecinan yang jarang ada pedagang kaki lima," bebernya. (aya/pra)