Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peserta Lari Marathon Kecewa, Panitia Kena Semprot, Netizen: Malu sebagai Orang Kebumen

Muhammad Hafied • Senin, 1 Januari 2024 | 07:58 WIB
Peserta Kebumen Beach Half Marathon (KBM) 2023 menyusuri trek lari di sepanjang pinggir Pantai Pandan Kuning.
Peserta Kebumen Beach Half Marathon (KBM) 2023 menyusuri trek lari di sepanjang pinggir Pantai Pandan Kuning.

 

KEBUMEN - Para atlet lari dari berbagai daerah merasa dirugikan dengan gelaran Beach Half Marathon (KBM) 2023 di Pantai Pandan Kuning, Kebumen, pada Sabtu (30/12).

Mereka mengaku kecewa dengan panitia yang dinilai kurang profesional dan terkesan hanya ingin meraup untung.

Bentuk kekecewaan itu diluapkan peserta lari ketika tiba di garis finis. Mereka memprotes panitia karena tak sedikit pelari salah jalur karena di sepanjang lintasan minim papan petunjuk arah.

Baca Juga: Camat Hadir Bersama Suami Atau Istri, ASN Hingga Kades Diminta Ikut Meriahkan Pesta Kembang Api

Belum lagi, panitia juga dinilai abai lantaran tidak mampu mengkoordinasi marshal atau petugas di titik persimpangan. Kondisi ini membuat pelari harus menempuh jarak lebih panjang dan menguras tenaga.

"Saya kecewa. Seharusnya saya podium satu. Tapi kondisi lintasan ditunjukan panitia arah salah. Kami berlari sampai 15 kilometer, sedangkan finis harusnya 5 kilometer," kata Asep Kusnawan, pelari asal Jawa Barat.

Asep menyebut, akibat keteledoran panitia membuat kesempatan meraih podium hilang karena mereka berlari tak sesuai dari rute awal.

Baca Juga: Objek Wisata Pantai Paling Favorit Dikunjungi Wistawan, Sebanyak 1,7 Juta Wisatawan Kunjungi Destinasi DIY saat Libur Nataru

Kekecewaan peserta semakin membuncah ketika mereka protes, justru dijawab ketus oleh panitia.

"Semua pelari dirugikan. Kami minta hak. Pas konfirmasi ke panitia, bilangnya itu risiko peserta," jelas Asep dengan nada kesal.

Hal senada diungkapkan Yanti, pelari asal Magelang. Ia tak habis pikir event bergengsi tersebut harus tercoreng gegara panitia kurang memperhatikan kondisi lintasan. Kekecewaan ini harus ia terima karena panitia terkesan masih amatir.

Padahal, kata ia, demi mengikuti gelaran lari tersebut peserta harus merogoh kocek regustrasi Rp 200 ribu khusus kelas 10 kilometer (K).

Sedangkan kelas 21 K, biaya pendaftaran Rp 250 ribu dan 5 K seharga Rp 150 ribu. 

Baca Juga: Kawasan Malioboro Siapkan Parkir hingga 4.000 Slot Untuk Malam Tahun Baru 2024

"Lombanya kacau, jelek sekali. Peserta depan nyasar, yang belakang ikut nyasar. Tidak ada tempat atau petugas check point," ungkapnya.

Kritik pun tak berhenti hanya di kalangan para atlet, pasca gelaran selesai akun media sosial KBM 2023 pun terpantau diserang komentar negatif dari para netizen.

Warganet memberikan banyak catatan agar gelaran berikutnya tak berakhir dengan kekecewaan.

"Acara bobrok bikin malu aja. Masih banyak catatan negatif di acara ini," tulis akun Tri Sawal Arifdianto.

Baca Juga: Fulham Habisi Arsenal 2-1, The Gunners Gagal Rebut Puncak Klasemen

"Sebagai orang Kebumen malu banget," tulis akun lain, Sorayatkh.

Seperti diketahui, kegiatan ini didukung langsung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen. Event berskala nasional ini tercatat diikuti 2.500 lebih pelari dari berbagai daerah.

Dari peserta yang hadir delapan diantaranya merupakan atlet berkebangsaan asing.

Menariknya, gelaran ini juga dihadiri Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan. Zulhas tampak menyempatkan ikut berlari bersama Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Wakil Bupati Ristawati Purwaningsih, Direktur Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) Agustin Perangin Angin.

Baca Juga: Sepanjang Desember, Satpol PP Bantul Sita Ratusan Botol Miras dan Razia Salon Prostitusi

Terpisah, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyadari, KBM tahun ini masih banyak kekurangan. Ia sempat mendengar langsung keluhan dari peserta karena belum terlayani dengan baik.

Pihaknya pun siap melakukan evaluasi terhadap panitia.

"Kami menyadari kekurangan pasti ada. Keluhan dan unek-unek yang disampaikan peserta menjadi evaluasi yang baik buat kami berbenah," ucapnya. (fid)

Editor : Amin Surachmad
#Half Marathon #Pantai Pandan Kuning #Atlet lari