Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Beralih ke Pupuk Organik, Pupuk Urea di Purworejo Tak Terserap Habis

Jihan Aron Vahera • Rabu, 27 Desember 2023 | 06:05 WIB
PENGHIJAUAN: Kepala BBWSSO Gatut Bayu Aji bersama Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Purworejo Bambang Susilo dan Camat Bener Vivin Suryandari Feriyani melakukan penanaman tabebuya
PENGHIJAUAN: Kepala BBWSSO Gatut Bayu Aji bersama Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Purworejo Bambang Susilo dan Camat Bener Vivin Suryandari Feriyani melakukan penanaman tabebuya

RADAR JOGJA – Alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Purworejo pada 2023 ini cukup. Tahun ini Kabupaten Purworejo mendapatkan pupuk subsidi jenis urea sebanyak 14 ribu ton dan phonska 12 ribu ton.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Purworejo Hadi Sadsila menyampaikan, jumlah tersebut cukup untuk 74.084 petani yang berhak mendapatkan pupuk subsidi di Kabupaten Purworejo. Justru, jumlah tersebut biasanya sisa.

"Sisa paling banyak itu biasanya urea dan tidak terserap ke petani semua. Karena, ada yang sudah beralih ke pupuk organik, sehingga urea dikurangi 50 persen," katanya Selasa (26/12). Jika sisa, DKPP Purworejo akan mengembalikan pupuk ke pusat atau di realokasi untuk tahun berikutnya.

Kendala di lapangan, kata Hadi, terkait pupuk subsidi yaitu petani tidak menggunakan pupuk sesuai dengan dosisnya. Petani kebiasaan menggunakan pupuk secara berlebihan. Idealnya, satu hektare lahan sama dengan 250 kg pupuk urea dan 75-100 kg pupuk phonska per satu hektare.

Dia menambahkan, sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian. Tahun ini, pupuk subsidi dibatasi hanya untuk urea dan NPK phonska saja.

Disebutkan, pupuk subsidi yang sebelumnya menyasar 72 komoditas pertanian, tahun ini hanya untuk sembilan komoditas utama saja.

"Yaitu, padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu, kopi dan kakao," jelasnya.

Sementara, untuk alokasi pupuk subsidi Kabupaten Purworejo di 2024 belum diketahui. Pihaknya menyebut, masih menunggu juknis dari pusat.  (han/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#hektare #Phonska #pupuk urea #Kabupaten Purworejo #DKPP Purworejo #Petani