Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hindari Kemacetan saat Nataru, Komunitas VW Diminta Cari Rute Lain

Naila Nihayah • Senin, 25 Desember 2023 | 22:03 WIB

 

BERJAJAR: Mobil VW tampak parkir di halaman Tourist Information Center (TIC) Borobudur. Naila Nihayah/Radar Jogja
BERJAJAR: Mobil VW tampak parkir di halaman Tourist Information Center (TIC) Borobudur. Naila Nihayah/Radar Jogja

MUNGKID - Borobudur masih menjadi tujuan utama para pelancong dari berbagai daerah saat masa libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru).

Pemerintah kecamatan pun berupaya untuk mengurai kemacetan di kawasan Borobudur.

Termasuk meminta komunitas VW untuk mencari rute lain agar tidak menimbulkan kemacetan di jalur utama.

Camat Borobudur Subiyanto mengutarakan, pihaknya sudah mengumpulkan dan memberi arahan kepada seluruh komunitas VW.

Supaya mereka arif dan bijaksana dalam mengambil rute. Jika terjadi kemacetan, alih-alih mengantar wisatawan untuk menikmati indahnya suasana Borobudur, mereka justru akan kecewa.

Untuk itu, dia meminta pengemudi VW mencari rute alternatif.

Tidak melintasi rute utama. Dengan begitu, potensi kemacetan di kawasan Borobudur, dapat diminimalisasi.

"Sehingga rute utama tidak merupakan bagian dari area rute-rute wisata yang dikelola oleh VW," bebernya, Senin (25/12).

Sebab, kemacetan menjadi hal yang sangat tidak diinginkan bagi wisatawan.

Yang mana berpotensi membuat wisatawan tidak akan kembali ke Borobudur.

Harapannya, para komunitas VW bisa mempertimbangkan hal itu dan memilih rute lain.

Termasuk mengambil rute melintasi daerah perkampungan.

Subiyanto menambahkan, pihaknya juga berupaya melakukan pengaturan VW di kawasan Borobudur.

Yang bermuara pada legalitas. Sehingga nilai kenyamanan para pengunjung bisa dipersiapkan dengan baik.

"Satu di antaranya, kami sudah membentuk lima formatur terkait dengan pengelolaan VW," paparnya.

Mereka, kata dia, bertugas untuk melakukan identifikasi.

Setelah itu, secara bertahap akan dipadupadankan dengan ketentuan atau pengaturan.

Dengan demikian, nilai legalitasnya dapat segera dicapai.

Sementara untuk kantong parkir di kawasan Borobudur, masyarakat sekitar praktis akan bersiap diri menampung limpahan kendaraan.

"Ketika parkir utama di dalam candi penuh, mereka akan menyediakan parkir cadangan yang ada di masyarakat," sebutnya.

Dia menyebut, masyarakat sudah memiliki inisiatif untuk mengambil peluang pada momentum Nataru tersebut.

Subiyanto juga sudah menyampaikan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak mematok tarif parkir dengan tidak wajar.

"Sudah saya tekankan untuk jadilah tuan rumah yang baik," imbuhnya.

Sebab, Borobudur sebagai destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) sudah seyogyanya masyarakat turut membangun pariwisata yang berkualitas.

"Jangan sekali-kali berbuat kontra produktif terkait dengan pariwisata berkualitas. Mari kita bangun marwah pariwisata secara bersama-sama," tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Magelang Kombes Pol Mustofa menuturkan, hingga kini sudah terpantau banyak kendaraan dari luar daerah yang masuk ke Magelang.

Untuk itu, Polresta Magelang mendirikan beberapa pos pengamanan. Termasuk di kawasan Candi Borobudur.

Kawasan tersebut, kata dia, memang berpotensi terjadi kemacetan lalu lintas karena jumlah kunjungan diperkirakan meningkat dibanding hari biasa.

"Kalau membutuhkan rekayasa lalu lintas, akan kami lakukan. Namun, sejauh ini belum diperlukan. Mungkin nanti saat malam Tahun Baru 2024," jelas dia. (aya)

Editor : Bahana.
#Borobudur #kemacetan #vw #Libur NATARU