RADAR JOGJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo alami kenaikan indeks daya saing daerah. Yakni, dari semula 3,016 pada 2022 menjadi 3,679 pada 2023.
Karena itu, Kabupaten Purworejo mendapatkan penghargaan pemetaan daya saing daerah (PDSD) tingkat Provinsi Jawa Tengah 2023 dengan kategori nilai tinggi. Pengharapan tersebut diserahkan kepada Bupati Purworejo di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Kamis (21/12).
Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyampaikan, peningkatan daya saing di Kabupaten Purworejo terlaksana karena dukungan berbagai sektor dalam menciptakan inovasi-inovasi. Sehingga dapat bersaing dengan kabupaten lainnya di Indonesia.
Baca Juga: Hadapi Nataru, Polres Bantul Dirikan Pos Pengamanan dan Pos Terpadu
Menurutnya, penghargaan tersebut dapat dijadikan sebagai momentum untuk menumbuhkembangkan sistem inovasi daerah dan kesiapan teknologi. "Saya berharap, hal tersebut dapat terus meningkat," ungkapnya Kamis (21/12).
Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Purworejo Purworejo Sukmo Widi Harwanto mengatakan, Pemkab Purworejo akan berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem inovasi di daerah. Komitmen itu dibuktikan dengan adanya Perda Nomor 7/2020 tentang Inovasi Daerah.
Baca Juga: Ketersediaan Bahan Pokok di Bantul Memadai Jelang Nataru
Untuk mendukungnya, kapasitas dan peningkatan daya saing daerah dibutuhkan kreativitas dan inovasi. Baik yang berasal dari pemda, lembaga, perguruan tinggi, dan dari masyarakat secara luas. "Kami telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah kompetisi inovasi bagi masyarakat maupun perangkat daerah," terang dia.
Diketahui, PDSD tersebut sangat bermanfaat untuk pembangunan perwilayahan yang menjadi fokus dalam pembangunan nasional pada RPJPN. Hal tersebut bertujuan menciptakan distribusi pembangunan lebih merata ke seluruh wilayah serta mengurangi disparitas ekonomi.
Baca Juga: Tingkatkan Layanan, KAI Hadirkan Kereta Eksekutif dan Luxury New Generation
Asisten Administrasi, Setda Provinsi Jawa Tengah Muhammad Arif Sambodo menyebut, saat ini sedang menggagas pembangunan wilayah dalam Raperda RTRW 2023-2043. Yakni, untuk mendukung Indonesia Emas 2045. Untuk itu, kabupaten/kota di Jateng harus bekerja sama secara optimal di setiap sektor strategis. "Yaitu, meningkatkan skala ekonomi dan pelayanan publik Jateng dengan konsep perwilayahan," katanya. (han)
Editor : Heru Pratomo