MUNGKID - Kecelakaan bus Handoyo seri N dengan nomor polisi (nopol) AA 7626 OA di Tol Cipali merenggut 12 nyawa. Tepatnya di exit tol Cikampek-Purwakarta Kilometer (KM) 72. Tujuh di antaranya merupakan warga Kabupaten Magelang.
Warga Magelang itu antara lain Iskandar, 69 dan Resmi Asiatub, 60 warga Payaman, Secang. Kemudian, Kasdi, 63 dan Siti Munjayana, 55 warga Purwodadi, Tegalrejo.
Lalu, Mashudi, 57; Yekti Nugrahanti, 45; dan Adelia, 7 warga Salam, Grabag. Saat ini, korban sudah dipulangkan ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan.
Isak tangis warga dan keluarga mengiringi kedatangan ketiga jenazah di Dusun Salam 1, Salam, Grabag sekitar pukul 08.30.
Sebetulnya, ada empat orang yang ikut rombongan tersebut. Namun, satu orang yang merupakan anak bungsu pasangan Mashudi dan Yekti dinyatakan selamat.
Kepala Dusun Salam 1, Salam, Grabag Harsoyo menyebut, dirinya ikut mengantar keempat orang itu ke Terminal Secang pada Jumat (15/12) sekitar pukul 6.00. Mereka memang sudah memesan tiket dan minta duduk di kursi depan.
Sebab, kata dia, anak dan cucunya ingin melihat pemandangan di sepanjang perjalanan. Saat di perjalanan hendak menuju terminal, Mashudi sempat bercerita jika dirinya ingin pulang.
"Padahal posisinya saat itu baru mau berangkat," ujarnya saat ditemui, Sabtu (16/12).
Keempat warganya itu hendak berlibur ke Jakarta sekaligus menengok anak keduanya yang bekerja di sana. Apalagi, momentumnya pas.
Anak bungsunya bernama Hasya, 13,dan cucunya Adelia memang sudah libur sekolah.
Baca Juga: Ini Dia, 8 Rekomendasi Outfit Natal Untuk Pria Dan Wanita
"Makanya, mereka sekalian mau tengok anaknya dan wisata ke sana. Putra keduanya memang baru beli rumah, habis direhab. Ibunya sudah pernah ke sana, bapaknya belum. Karena kepingin lihat, jadinya sekalian liburan akhir tahun," jelas dia.
Ternyata, takdir berkata lain. Bus yang dikendarai rombongan itu kecelakaan di exit tol Cikampek-Purwakarta KM 72 pada Jumat (15/12) sore.
Mashudi, Yekti, dan Adelia dinyatakan meninggal dunia. Sementara Hasya selamat, meski terdapat luka di beberapa bagian tubuhnya.
Malamnya, Hasya sempat berkomunikasi dengan keluarga dan warga Salam. Dia, bahkan, meminta keluarganya untuk sabar.
"Terus mau kami kasih peti, dia (Hasya) bilang, 'Jangan dikasih peti. Nanti keluarga di rumah nggak bisa melihat'. Akhirnya tidak diletakkan di dalam peti," terangnya. (aya)
Editor : Amin Surachmad