Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Refleksi Wali Kota Magelang di Tahun 2023, Rodanya Mas Bagia Semakin Dinikmati

Reren Indranila • Selasa, 12 Desember 2023 | 20:40 WIB

 

TINJAU PROYEK: Wali Kota Magelang dr. H. Muchamad Nur Aziz, Sp.PD.K-GH.,FINASIM, didampingi Wakil Wali Kota Drs. M. Mansyur, M.Ag, saat meninjau proses pembangunan selter kuliner Ngesengan. (ISTIMEWA)
TINJAU PROYEK: Wali Kota Magelang dr. H. Muchamad Nur Aziz, Sp.PD.K-GH.,FINASIM, didampingi Wakil Wali Kota Drs. M. Mansyur, M.Ag, saat meninjau proses pembangunan selter kuliner Ngesengan. (ISTIMEWA)

Hingga Desember 2023 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang berupaya merealisasikan program-program yang tertuang dalam RPJMD 2021-2026. Selama satu tahun di tahun 2023, program tersebut berjalan dengan baik.  Angka kemiskinan dan pengangguran berangsur menurun, pembangunan infrastruktur juga berjalan sesuai rencana.

 

 

WALI Kota Magelang dr. H. Muchamad Nur Aziz, Sp.PD,K-GH.,FINASIM bersama Wakil Wali Kota Drs M Mansyur, M.Ag berusaha menyelesaikan program yang telah dicanangkan. Termasuk mensejahterakan masyarakatnya melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Maju, Sehat, dan Bahagia (Rodanya Mas Bagia).

 Rodanya Mas Bagia menjadi salah satu program unggulan yang diusung dokter Aziz-Kiai Mansyur. Program tersebut langsung menyasar masyarakat melalui RT dan RW. Masing masing RT dan RW menerima kucuran dana Rp 30 juta per tahun. Bantuan tersebut untuk menunjang sarana dan prasarana, serta pemberdayaan masyarakat.

 Dokter Aziz—panggilan akrab Wali Kota Magelang menegaskan, melalui program Rodanya Mas Bagia, pemberdayaan masyarakat, perlahan sudah tumbuh dengan baik. Banyak dari mereka yang mengapresiasi, dan sudah mulai percaya bahwa Rodanya Mas Bagia bermuara pada kesejahteraan masyarakat. "Mereka sudah semakin menikmati," katanya saat ditemui di Lapangan Kopti, Tidar Campur, Jumat (8/12).

 Ditegaskan, Pemkot Magelang berkomitmen memprioritaskan penggunaan anggaran untuk kepentingan masyarakat. Oleh sebab itu, dokter Aziz meminta agar di tingkat RT maupun RW yang notabene diberikan bantuan Rp 30 juta tiap tahun, dapat mengelolanya sesuai Rencana Kerja Masyarakat (RKM).

 “Program yang didiberikan Rp 30 juta per tahun itu, diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Termasuk perbaikan infrastruktur. Ini untuk mendukung kemandirian masyarakat, mereka juga bisa swadaya untuk membantu pembangunan. Terutama jika anggarannya kurang,” tuturnya.

 Selain Rodanya Mas Bagia, beberapa program unggulan lainnya, seperti Jemput Sakit Antar Sehat (JSAS), Balai Belajar, hingga Ngopi Bareng Pak Wali sudah berjalan dengan baik. “Pada 2024 mendatang, program-program yang sudah ada itu, bakal terus dimaksimalkan. Sehingga dapat berjalan lebih baik lagi,” ungkapnya.

 Banyak yang telah dicapai Pemkot Magelang di bawah komando dokter Aziz dan kiai Mansyur. Sebagai contoh program pengentasan kemiskinan. Pada 2023, angka kemiskinan Kota Magelang turun 0,99 poin. Dari 7,1 persen menjadi 6,11 persen dibandingkan 2022. Artinya pada tahun 2023 ini, penduduk miskin di Kota Magelang berkurang dari 8.650 orang menjadi 7.450 orang.

 Warga Kota Magelang bisa dikatakan sebagai masyarakat miskin, apabila angka garis kemiskinan atau biaya konsumsi kurang dari Rp 575 ribu per bulan. Sedangkan dikatakan miskin ekstrem, apabila pengeluaran per kapita kurang dari Rp 10.739 atau 1,9 dollar setiap harinya. 

 Atas penurunan angka kemiskinan itu, Kota Magelang menempati urutan ketiga terendah se-Jawa Tengah. Setelah Kota Semarang dan Kota Salatiga. Sejak 2021, tingkat kemiskinan Kota Magelang terus menurun. Pada 2021 tingkat kemiskinan Kota Magelang 7,75 persen, menurun menjadi 7,1 persen pada 2022.

 Selanjutnya, angka kemiskinan di tahun 2023 menurun signifikan menjadi 6,11 persen. "Ini (angka kemiskinan 2023) sudah turun. Sudah melebihi RPJMD yang harus kami capai. Karena sekarang sudah di angka 6,11. Harusnya (penurunan) itu di 2024 dengan jumlah 6,23 persen," bebernya.

 Dokter Aziz optimistis, pada 2024 mendatang, kemiskinan di wilayahnya akan berangsur turun atau di bawah angka 6 persen. Penurunan angka kemiskinan itu, kata dia, patut disyukuri dan dapat menjadi dorongan bagi Kota Magelang agar bisa menurunkan tingkat kemiskinan lebih rendah lagi.

 Itu berarti, semangat untuk mensejahterakan masyarakat Kota Magelang harus semakin ditingkatkan. Kemudian, tingkat pengangguran yang awalnya sekitar 8 persen, sekarang sudah menjadi 5,25 persen. "Kami juga akan terus menjalankan program-program unggulan agar kemiskinan dan pengangguran semakin berkurang," tegasnya.

 Belum lama ini, Pemkot Magelang juga menjadi pemerintah daerah di Jawa Tengah yang bisa meraih nilai tertinggi untuk Indeks Sistem Merit, yakni 337,5 berdasarkan hasil evaluasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Atas capaian itu, Kota Magelang menyandang predikat 'Sangat Baik' untuk sistem merit pada manajemen talenta ASN.

 Menurut  dokter Aziz, Pemkot Magelang sudah menerapkan sistem merit. Terutama pada penataan manajemen sumber daya manusia berlandaskan hukum pemerintah daerah. Sehingga kegiatan-kegiatan bisa berjalan dengan baik dan legal.

 Terdapat sejumlah inovasi yang telah diinisiasi Pemkot Magelang dalam rangka pengembangan manajemen talenta ASN. Antara lain, Sistem Informasi Aparatur Pemerintah Kota Magelang (SIAPTAMA) dan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMAGENTA). "Kami mendapat pengakuan bahwa meritokrasi pemkot sangat baik. Termasuk pelayanan informasi yang ada harus semakin terbuka," kata dia.

 Di bidang infrastruktur, ada tiga paket pekerjaan kontruksi strategis yang selesai dikerjakan Pemkot Magelang di penghujung tahun anggaran 2023 ini. Ketiganya adalah pembangunan fisik rumah singgah sosial di Jalan Jenderal Sudirman (kompleks Percetakan Vita Grafika). Lalu, kuliner kawasan Ngesengan, dan peningkatan saluran irigasi Kali Andu-Kampung Gumuk Sepiring.

 Kendati begitu, masih ada beberapa konstruksi yang harus segera diselesaikan. Dokter Aziz optimistis, di akhir 2023 atau awal 2024, seluruh proyek pembangunan fisik tersebut sudah bisa digunakan oleh masyarakat. "Sejauh ini nggak ada (evaluasi). Pembangunan berjalan lancar dan aman," sebutnya.

 Pada 2024 mendatang, dokter Aziz berharap, seluruh programnya bersama kiai Mansyur semakin berjalan dengan baik. Dengan tetap merujuk pada RPJMD 2021-2026. "Selama ini sudah lumayan (program berjalan baik). Meskipun masih ada kelemahan, dan akan kami evaluasi di tahun berikutnya," ucap dia.(pemkotmgl/ds)

Editor : Reren Indranila
#RPJMD #Magelang #MAS #pemkot #wali kota #shelter