RADAR JOGJA - Para sopir angkutan umum khawatir dengan beroperasinya bus Trans Kebumen. Mereka pesimis dengan nasib, karena sebentar lagi bakal kehilangan potensi penumpang.
Ketua Paguyuban Sopir Angkutan Umum Gombong-Kebumen Istiarto mengaku, kehadiran Trans Kebumen menjadi ancaman tersendiri bagi kalangan sopir angkot. Menurutnya, keberadaan Trans Kebumen akan menggerus pendapatan para sopir. "Khawatir sekali. Malah sekarang ketambahan adanya bus trans," ungkapnya, Jumat (8/12).
Istiarto mengungkapkan, belakangan ini awak angkutan umum dihadapkan sebuah ketatnya persaingan. Salah satunya dengan kemunculan kereta kelinci atau odong-odong. Keberadaan kereta kelinci diakui sangat memberikan pengaruh terhadap minat masyarakat untuk naik angkot. "Sudah banyak odong-odong yang tidak layak mengangkut penumpang," bebernya.
Lebih lanjut, Istiarto mengatakan, belum juga rampung dengan persoalan kereta kelinci, kini sopir angkot justru ditambah persoalan cukup pelik. Yakni, dengan kehadiran Trans Kebumen yang dikelola pemerintah daerah. Ia berharap kondisi ini bukan sebagai sinyal angkutan umum semakin ditinggalkan masyarakat. "Kalau bisa jangan ditambahin lagi bus trans," ujarnya.
Sebelum Trans Kebumen resmi beroperasi, pihaknya sempat diajak pemerintah daerah bermusyawarah. Pada pertemuan itu paguyuban meminta agar pemerintah daerah ikut memikirkan keberlangsungan awak angkutan umum. "Jumlah armada yang terdata paguyuban ada 90 angkot. Waktu itu November, kami dilibatkan rembugan," ucapnya.
Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen telah melakukan pengadaan dua unit bus senilai Rp 2 miliar. Bus tersebut diberi nama Trans Kebumen. Konsep konfigurasi bus berukuran medium ini sama seperti layaknya bus trans milik pemerintah kota lain.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kebumen Yanie Giat Setyawan selaku dinas pengampu mengatakan, guna mendukung kabupaten maju pihaknya perlu menambah fasilitas publik. Salah satunya ketersediaan layanan transportasi umum.
Kehadiran Trans Kebumen ini juga diharapkan dapat memberikan kemudahan dari sisi aksesibilitas masyarakat. Bus berwarna merah marun tersebut kini difungsikan sementara sebagai sarana transportasi gratis bagi anak sekolah. Selain itu juga untuk menunjang kebutuhan wisata lokal. "Bapak Bupati punya misi bagaimana Kebumen bisa menjadi kabupaten maju. Dan, transportasi publik yang nyaman dan aman dianggap menjadi hal penting," terangnya. (fid/ila)
Editor : Reren Indranila