MUNGKID - Memasuki musim pancaroba, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono mengutarakan, pada peralihan musim kemarau ke penghujan, BPBD terus melakukan pemantauan. Terhadap daerah yang berpotensi terjadi bencana.
Menurutnya, masyarakatlah yang lebih mengetahui perubahan iklim dan cuaca di daerahnya masing-masing. Terutama angin kencang, banjir, tanah longsor, dan lainnya.
Berdasarkan pemetaan, sedikitnya ada delapan dari 21 kecamatan di Kabupaten Magelang yang masuk dalam kategori daerah rawan bencana.
Pemetaan itu, lanjut Edi, dilakukan sebagai upaya pencegahan dini terhadap bencana yang sewaktu-waktu datang.
Terkait dengan bencana angin kencang, BPBD belum memiliki peralatan untuk mengukur kecepatan angin.
Edi menambahkan, BPBD sudah memasang sistem early warning system (EWS) atau sistem peringatan dini terhadap bencana tanah longsor.
Untuk mengantisipasi tanah longsor, BPBD dan masyarakat harus melakukan kerja bakti dengan cara menutup rekahan tanah.
Dia menambahkan, apabila ada suara gerakan tanah, masyarakat diminta untik segera berlari menyelamatkan diri dan mengungsi.
Selain itu, BPBD juga melakukan antisipasi adanya potensi lahar dingin dari Gunung Merapi. Utamanya yang mengarah ke Sungai Senowo, Bebeng, dan lainnya.
Kendati sudah memasuki musim penghujan, namun ketersediaan air bersih di sejumlah daerah, belum memadai. Sebab, sumber mata air belum mengalir deras.