KEBUMEN - Hujan disertai angin kencang melanda Kebumen pada Rabu (15/11) dinihari. Kondisi ini mengakibatkan berbagai jenis bencana.
Mulai dari banjir, tanah longsor, pohon tumbang hingga rumah ambruk.
Berdasar rekap BPBD Kebumen, hingga pukul 11.00 WIB tercatat ada laporan bencana di 30 titik. Bencana tersebut melanda di 18 kecamatan.
"Termonitor semua, tim sedang ke lokasi untuk assesment," kata Bako Humas BPBD Kebumen Heri Purwoto.
Heri menerangkan, bencana alam dipicu akibat hujan dengan instensitas lebat sejak pukul 02.00-08.00 WIB.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materil atas peristiwa tersebut ditaksir mencapai ratusan juta.
Baca Juga: Kaoru Mitoma Dipastikan Absen PerkuatJepang Menghadapi Myanmar Dan Suriah
"Informasi kejadian kami rekap dan inventarisir serta diverifikasi. Tim beserta relawan kami sebar ke berbagi wilayah," ungkapnya.
Menurut data yang berhasil dihimpun BPBD Kebumen, kejadian bencana tanah longsor melanda 12 desa yang tersebar di lima kecamatan.
Kemudian, angin kencang terjadi di 15 desa di 10 kecamatan. Selain itu, banjir luapan menerjang 3 desa di 3 kecamatan.
Salah satu titik longsor terparah terjadi di Jalan Bumiagung-Wagirpandan. Ruas jalan kabupaten tersebut terputus, sehingga mengakibatkan arus lalu lintas tersendat.
Tak hanya itu, sebagian wilayah juga terkena dampak pemadaman listrik lantaran jaringan listrik PLN ambruk.
Angin puting beliung juga menerjang 15 rumah di Desa Kedawung, Kecamatan Pejagoan. Dari 15 rumah, lima diantaranya mengalami kerusakan cukup parah.
Kemudian, banjir terjadi di SMP Negeri 1 Ambal. Sekolah di pesisir selatan ini tampak tergenang air hingga merendam ke ruang kelas.
"Sudah penanganan bersama warga. Sebagian titik juga telah dikirim bantuan makanan," bebernya. (fid)
Editor : Bahana.