Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Innalillahi, Pria Paro Baya Bisu dan Tuli Tewas Tertabrak Kereta Api

Jihan Aron Vahera • Kamis, 9 November 2023 | 03:16 WIB
Suasana evakuasi korban di TKP oleh petugas usai laka pada Rabu (8/11) sore.
Suasana evakuasi korban di TKP oleh petugas usai laka pada Rabu (8/11) sore.

 

RADAR JOGJA - Lelaki paro baya tewas mengenaskan tertabrak kereta api di wilayah Desa Brondongrejo, Kecamatan Purwodadi, Purworejo, pada  Rabu (8/11) sore.

 Pantauan Radar Jogja di lokasi kejadian, tempat kejadian perkara (perkara) merupakan perlintasan kereta api sebidang tanpa palang pintu. Tepatnya, di lintasan KM 489+7. Korban bernama Ngarto, 50, warga Desa Sendangsari, Kecamatan Purwodadi.

 Kadus Brondongrejo, Desa Brondongrejo Agung Prayitno, 55, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 sore. Waktu kejadian, Agung melihat korban dari kejauhan. "Waktu dipanggil-panggil, korban tidak mendengar karena dia bisu dan tuli," katanya saat dikonfirmasi di TKP, Rabu (8/11).

 Baca Juga: Diajukan sejak September, Mendagri Belum Tetapkan Kepala Disdukcapil Purworejo

Menurut keterangannya, korban memang memiliki kebiasaan jalan terutama di wilayah perlintasan kereta. Dijelaskan, korban hendak menyebrang dari arah utara ke selatan. Dalam waktu bersamaan, ada dua kereta berpapasan.

 

"Saat lewat satu kereta dia selamat, kemudian saat melintas rel berikutnya dia tertabrak dan terseret kereta kurang lebih hingga 50 meter," jelasnya.

 

Agung menyampaikan, peristiwa tersebut bukan kali pertama. Sepengetahuannya, di lokasi yang sama tersebut sudah terjadi peristiwa yang sama sebanyak empat kali.

Baca Juga: Tak Ingin Perparah Kondisi Mesin, Kolam Arta Tirta Ditutup, Kini Sedang Diperbaiki Pemkab Purworejo 

Sementara, Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Catur Agus Yudo Praseno menyampaikan, saat menerima laporan tersebut, pihaknya langsung mendatangi lokasi. "Kami lakukan penanganan TKP dan penangan terhadap korban," kata dia.

 

Disebutkan, jenazah korban langsung dilarikan ke RSUD dr. Tjitrowardojo untuk dilakukan pemeriksaan. Selanjutnya, akan dilakukan penyelidikan untuk memastikan bahwa peristiwa tersebut ada unsur tindak pidana atau tidak. "Kalau ada akan kami lakukan penyidikan, kalau tidak akan kami lakukan penghentian," ujarnya.

 

Dia akan terus melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit, KAI, dan saksi-saksi  untuk mengumpulkan keterangan atau alat bukti. "Kondisi korban pada intinya mengalami luka berat yang mengakibatkan meninggal. Kami menunggu keterangan medis lebih lanjut," sambung AKP Catur.

Baca Juga: Lebihi Target, Capaian Investasi Purworejo Hingga Triwulan Ketiga Rp 113 Miliar 

Dia mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati karena TKP tidak berpalang pintu. Selain itu, lebih menghafalkan jadwal perlintasan kereta api di  TKP.

 

Terpisah, Camat Purwodadi Dwi Agung Nugraheni saat ditanya tekait langkah lebih lanjut, dia akan berkoordinasi dengan KAI terkait palang pintu. "Karena kalau palang pintu di perlintasan kereta kan ada aturannya. Di wilayah sini ada beberapa yang memang tidak berpalang," ungkap Heni.

 

Dia mengakui, perlintasan tersebut merupakan jalan pintas untuk lalu lalang warga. Yakni, jalan dari Desa Brondongrejo ke Pasar Inis, Keduren, dan sebagainya kalau tidak melalui lokasi tersebut warga harus berputar jauh. "Yang jelas warga harus terus berhati-hati," imbau dia. (han)

Editor : Heru Pratomo
#Tewas #Kereta Api #tertabrak #Purwodadi #rel #Purworejo