Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Banyuurip Miliki Gardu Penyintas, Dukung Keberlanjutan Produk UMKM Kaum Difabel

Jihan Aron Vahera • Selasa, 31 Oktober 2023 | 05:22 WIB
PRODUKTIF: Camat Banyuurip, Purworejo, Siswantoro Dwi Nugroho menunjukkan produk milik kaum difabel yang ditampilkan di Gardu Penyintas pada Kamis (26/10). (JIHAN ARON VAHERA/RADAR JOGJA)
PRODUKTIF: Camat Banyuurip, Purworejo, Siswantoro Dwi Nugroho menunjukkan produk milik kaum difabel yang ditampilkan di Gardu Penyintas pada Kamis (26/10). (JIHAN ARON VAHERA/RADAR JOGJA)

PURWOREJO, Radar Jogja - Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, kini miliki Gardu Penyintas yaitu gerai produk penyandang disabilitas.

Lokasinya berada di Kantor Kecamatan Banyuurip dan resmi diluncurkan bertepatan pada HUT Difable Person Organization (DPO) Tunas Mandiri pada Kamis (26/10) di Kantor Kecamatan Banyuurip.

Camat Banyuurip Siswantoro Dwi Nugroho menyampaikan, program Gardu Penyintas tersebut dicanangkan untuk mendukung keberlanjutan produk-produk UMKM para disabilitas di Kecamatan Banyuurip.

"Gardu kami pusatkan di kecamatan, sebagai sarana promosi," ungkapnya Kamis (26/10).

Selain menampilkan atau men-display produk, Pemerintah Kecamatan Banyuurip juga menyediakan barcode yang isinya berupa katalog produk-produk tersebut.

"Jadi ketika ada orang yang berkunjung kemari bisa memindai barcode tersebut," katanya.

Diungkapkan, untuk sementara waktu gerai tersebut hanya diperuntukkan bagi penyandang disabilitas di Kecamatan Banyuurip. Ke depan, rencananya dia juga akan menyiapkan warung UMKM yang dapat menampung seluruh UMKM masyarakat Banyuurip.

"Produk yang kami display kurang lebih ada 20 macam dari 15 sampai 20 difabel," sebut Siswantoro. Adapun beberapa jenis produk tersebut antara lain ada keripik pare, keripik pisang, kue kacang, dan sebagainya.

Sebelum produk-produk tersebut di-display, pihak Kecamatan Banyuurip memfasilitasi berupa pelatihan produksi, pengemasan produk, hingga penerbitan NIB (nomor induk berusaha).

"Hasilnya menarik. Kami juga akan berkomitmen agar produk-produk tersebut bisa dijual di toko-toko sehingga pemasaran mereka bisa lebih luas," ujarnya.

Siswantoro berharap, program tersebut dapat menjadi percontohan atau pilot project untuk desa-desa lain khususnya 24 desa di Kecamatan Banyuurip. Yakni, untuk mendorong terwujudnya pemerintah desa yang inklusif.

Tak bekerja sendiri, dalam mewujudkan gerai produk tersebut, Kecamatan Banyuurip berkolaborasi dengan Pusat Rehabilitasi Yakkum.

Kepala Bagian Program Rehabilitasi Holistik Pusat Rehabilitasi Yakkum Muhammad Aditya Setiawan menyebut, saat ini pihaknya tengah melaksanakan pendampingan program desa inklusif di Kecamatan Banyuurip yang merupakan program prioritas dari Kementrian Desa.

Salah satu tujuannya yaitu mengkampanyekan program desa inklusi. Selain itu, mengubah stigma negatif dari masyarakat tentang kaum difabel yang hanya butuh dikasihani, hanya bantuan dan tidak bisa apa-apa.

Dengan adanya program tersebut membuktikan bahwa para disabilitas bisa berdaya dan berkegiatan sebagaimana manusia pada umumnya. "Bahkan, bisa terlibat dalam proses pembangunan," ungkap dia.

Dia mengungkapkan, di Kecamatan Banyuurip, pihaknya telah mendampingi tiga desa inklusi yang sudah dirintis yaitu Desa Tegal Kuning, Malangrejo, dan Candi Ngasinan. Melalui peluncuran Gardu Disabilitas tersebut dapat menjadi awalan inovasi lain untuk melakukan upaya pemberdayaan disabilitas di wilayah lain.

"Kami juga mengharap dukungan dari semua desa untuk mereplikasi pendekatan desa inklusif tersebut," harapnya.

Terpisah, Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti menuturkan, keberadaan Gardu Penyintas merupakan terobosan yang sangat bagus.

Utamanya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas dan dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi bagi produk-produk penyandang disabilitas.

"Harapannya, tidak hanya berhenti di Kantor Kecamatan Banyuurip, tetapi juga untuk wilayah lain," harap dia. (han)

Editor : Amin Surachmad
#Kabupaten Purworejo #warung umkm #UMKM