Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kisah Utut Adianto Sandang Predikat Grand Master: Saya Dulu Jalan Kaki Hanya Untuk Latihan Catur

Muhammad Hafied • Senin, 30 Oktober 2023 | 03:36 WIB
BERI MOTIVASI: GM Utut Adianto (baju batik) hadir dalam pembukaan Kejurprov Catur Jawa Tengah di Kebumen, Minggu (29/10). (M HAFIED/RADAR KEBUMEN)
BERI MOTIVASI: GM Utut Adianto (baju batik) hadir dalam pembukaan Kejurprov Catur Jawa Tengah di Kebumen, Minggu (29/10). (M HAFIED/RADAR KEBUMEN)

Berkeliling lintas benua sudah bukan hal aneh bagi grand master (GM) catur, Utut Adianto. Lebih dari 90 negara sudah disinggahi. Aktivitas ini dia lakoni bertahun-tahun, hanya untuk mengikuti kejuaraan catur. Bagaimana kisahnya?

M. Hafied, Radar Kebumen, Kebumen

Sedari kecil Utut Adianto memang sudah begitu gandrung terhadap olahraga catur. Kerja keras dan ketekunan menjadi modal utama dia meniti karir di dunia catur.

Terbukti, di usia 21 tahun Utut sudah menyandang predikat Grand Master GM. Sebuah kasta tertinggi yang selalu dimimpikan para pemain catur.

Kala itu, Utut merupakan pecatur termuda Indonesia yang berhasil meraih Grand Master.

Baca Juga: Atlet Shorinji Kempo Purworejo Nayrara Desqya Raih Medali Perunggu di Ajang IMAG 2023

Prestasi demi prestasi mampu dia raih hingga tersemat status kehormatan tersebut. Capaian ini tak terlepas dari daya dan upaya untuk mengikuti berbagai jenjang pertandingan catur.

"GM di Indonesia ada delapan orang. Dan, yang wafat ada empat orang. Cuma tinggal empat termasuk saya," katanya saat menghadiri Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Jawa Tengah di Kebumen, Minggu (29/10).

Utut masih ingat betul, dia memulai karir catur dari nol. Dia tak malu untuk terus belajar kepada seseorang yang usianya jauh lebih tua.

"Saya dulu jalan kaki hanya untuk latihan catur. Sekarang sudah pergi ke 98 negara dan lima benua dari catur," jelasnya.

Bagi Utut, menjadi atlet profesional tidak semudah membalik telapak tangan. Semua butuh penempaan dan proses panjang.

Pun sama dengan status GM, tidak bisa dibeli dengan setumpuk uang. Tekad kuat, hanya itulah pegangan yang selama ini dia jalani.

"Olahraga itu tidak bisa dipersepsikan. Pemain catur itu tidak bisa instan. Harus dulu tahapan internasional baru GM," bebernya.

Baca Juga: Merti Golong Gilig Sedot Atensi Masyarakat, Bupati: Mohon Pamit, Semoga Purworejo Semakin Mulya dan Sejahtera

Menginjak usia ke 58 tahun, kecintaan Utut terhadap catur masih tetap sama. Tak surut sedikit pun. Semangatnya terlihat masih membara. Ekspresi ini terlihat ketika dia membuka Kejurprov Jateng di Kebumen.

Pria berkarakter kalem itu tampak total memberikan motivasi kepada para atlet catur junior. Dia ingin mengulang sejarah kembali, bahwa Indonesia mampu melahirkan GM catur.

"Saya yakin anak yang ikut kejurprov ini, one day akan ada yang jadi GM," ungkapnya.

Baca Juga: Seribu Peserta Lomba Merpati Kolong Rebutan Hadiah Rp 50 Juta dan Trofi Kapolres Kebumen

Utut kini didapuk menjadi Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi). Dia juga terjun di dunia politik dan masuk parlemen sejak 2009.

Utut merupakan salah satu tokoh penerima anugerah tanda kehormatan Bintang Jasa Utama dari Presiden Joko Widodo pada Agustus 2020 silam. Dia dianggap berjasa dan berprestasi luar biasa bagi bangsa. (fid)

 
Editor : Amin Surachmad
#grand master #kerja keras #catur #utut adianto