Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pamerkan Senjata Api Minta Cokelat dan Uang Rp 200 Ribu di Minimarket, Kasir Berdalih Uangnya Sudah Disetorkan

Naila Nihayah • Kamis, 26 Oktober 2023 | 00:18 WIB
RAMAI: Kondisi minimarket di kawasan gerbang Palbapang, Bojong, Mungkid usai terjadi pemalakan. (Istimewa)
RAMAI: Kondisi minimarket di kawasan gerbang Palbapang, Bojong, Mungkid usai terjadi pemalakan. (Istimewa)


MUNGKID - Seorang pembeli di minimarket Desa Bojong, Mungkid, Kabupaten Magelang, meminta cokelat dan minta uang dengan memamerkan senjata api (senpi).
 
Sontak, kasir yang saat itu bertugas merasa kaget dan takut. Lantaran kondisi minimarket yang buka 24 jam itu masih sepi.

Kasir minimarket bernama Lukman Eko Nugroho, 20,menyebut, kejadian itu terjadi pada Rabu (25/10) sekitar pukul 07.30. Saat itu, ada seorang pembeli yang masuk.
 
 
Namun, dia masih memakai helm lengkap dengan maskernya. Saat dia tengah menata rokok, ada orang masuk. Sedangkan yang ada di kasir adalah temannya.

Pembeli itu meminta cokelat. Lukman mengira, orang itu hendak memakai debit sebagai alat pembayarannya. Lantaran sang teman masih tergolong baru, jadi dia mendampinginya sekaligus untuk belajar.
 
"Tapi, nggak tahunya dari saku sebelah kiri, orangnya ngeluarin pistol," ujarnya kepada wartawan, Rabu (25/10).

Hal itulah yang membuat Lukman dan temannya terkejut melihat senpi tersebut. Mereka yang masih menahan kantuk, seketika waswas saat pembeli itu mengeluarkan senpi.
 
Apalagi, kondisi minimarket masih sepi. Begitu pula di sekitar lokasi minimarket.

Lukman menuturkan, pembeli itu tidak menodongkan senpi. Hanya dikeluarkan dari saku dan tidak diarahkan kepada keduanya.
 
"(Senpi) cuma dikeluarkan sampai sebatas perut saja. Mungkin orangnya mau ngasih tahu, kalau dia bawa alat," bebernya.

Sembari mengeluarkan senpi, orang itu meminta uang Rp 200 ribu. Dengan berani, Lukman berdalih jika uang yang ada di dalam kasir sudah disetorkan kepada pemiliknya.
 
Beruntung, orang tersebut percaya dan hanya mengantongi cokelat batangan senilai Rp 26 ribu.

"Dibilang ngancem, ya cuma pegang pistol sama bilang, '(Cokelatnya) tak gowo yo, Mas'. Saya bilang, 'Yo wis kono tok gowonen'. Saya percaya diri bilang gitu karena ada CCTV di atas sebagai bukti yang akurat," sambungnya.
 

Lukman menambahkan, saat orang itu masuk minimarket, penampilannya sangat tertutup. Memakai helm dan masker.
 
Dilengkapi dengan tas punggung dan tas samping. Lalu, memakai jaket berwarna merah. Saat ini, kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Mungkid dan dalam proses penyelidikan.

Sementara itu, Kapolsek Mungkid AKP Maryanto membenarkan adanya aksi pemalakan yang terjadi pada Rabu (25/10) di minimarket Desa Bojong.
 
Untuk prosesnya, anggota Polsek Mungkid bekerja sama dengan tim Polresta Magelang tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut.
 

Dia menyebut, polisi pun masih memburu pelaku. Sebab berdasarkan keterangan dari kasir dan melihat dari CCTV, pelaku memperlihatkan senjata.
 
"Entah itu senjata (senpi) palsu atau beneran, prosesnya masih dalam penyelidikan," kata dia.

Pelaku pun sempat mengambil satu buah cokelat dan meminta uang sebesar Rp 200 ribu kepada kasir. Namun, tidak diberi.
 
Kemudian, setelah mendapatkan coklat itu, pelaku lantas keluar meninggalkan minimarket menuju ke arah Jogja. (aya)
 
Editor : Amin Surachmad
#minta uang #Kabupaten Magelang #senjata api