Kicauan burung pagi menyapa insan yang berada sebuah desa di Lereng Bukit Menoreh. Lambaian dedaunan hijau seolah menyambut kedatangan jiwa-jiwa penyiram asa. Sapaan lembut angin menerpa kalbu nan sejuk penuh makna.
Sebuah desa yang indah dan memiliki pesona alam perbukitan ini bernama Desa Benowo. Desa ini berada di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.
Desa yang terkenal dengan Kopi Benowo ini, berada di sebelah utara Kabupaten Purworejo ini, bukanlah desa seperti pada umumnya yang terletak di dataran rendah. Desa Benowo berada persis di Lereng Bukit Menoreh. Bukit Menoreh adalah pagar alam pembatas bagian utara Kabupaten Magelang dan sisi timur terbentang Kota Yogyakarta. Betapa sangat strategisnya Desa Benowo ini, karena terletak di pusat batas antara Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Bukit Menoreh dengan jutaan pohonnya, menjadi saksi betapa kebermanfaatannya pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 118 Kodim 0708 Purworejo bagi masyarakat di Desa Benowo dan desa-desa lainnya.
TNI Angkatan Darat (AD) melalui Kodim Purworejo menjadi pembuka solusi terhadap masalah krusial bertahun-tahun yang dihadapi oleh warga desa di Kecamatan Bener ini.
Desa Benowo memiliki jalan yang terjal dengan ketinggian maksimal mencapai 900 meter. Memiliki kontur tanah pekat dan licin jika tersiram air hujan. Berkelok, menanjak, menurun, serta meliuk adalah ciri khas Jalan Desa Benowo.
TMMD 118 Kodim Purworejo juga melaksanakan kegiatan non fisik, berupa Khitanan Massal, Penyuluhan Kebencanaan Alam dan Penyuluhan Hukum tentang Bahaya Narkoba. Untuk kegiatan fisik, yakni pembangunan jalan desa sepanjang 2. 059 meter dengan lebar 4 meter, ketebalan beton 12 centimeter. Juga melaksanakan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Keluarga Risman-Sutini, serta Pengecatan dinding Masjid Desa Benowo, seluas 13 meter x 9 meter.
Seorang warga bernama Siti Hasanah (38), warga Dukuh Sirebut RT 03 RW 01 Desa Benowo mengaku terharu dan bersyukur atas selesainya pembangunan jalan rabat beton di desanya.
“Maturnuwun Pak Tentara. Terima kasih telah membangun jalan desa kami. Saya sangat bersyukur,” ucap Siti lirih.
Siti mengkisahkan kejadian sedih dengan jalan desanya. Sambil meneteskan air matanya, wanita ini mulai menceritakan kejadian pilu yang dia alami.
“Ceritanya pada tahun 2022, nenek saya bernama Ginah, meninggal dunia karena sakit di RSUD Purworejo,” kenang Siti membuka kisah pilunya.
Begitu mendengar kabar Nenek Ginah meninggal, Siti langsung menghubungi tetangga dan warga desa lain. Sedangkan suaminya dan adiknya masih berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tjitro Wardojo Kabupaten Purworejo.
Sejurus kemudian, jenazah Nenek Ginah dibawa ke rumah duka menggunakan mobil ambulans RSUD dan didampingi suami dan beberapa kerabatnya. “Tak berselang lama mobil ambulans berangkat menuju desa kami. Memasuki jalan desa Benowo, laju ambulans mulai terhambat oleh kondisi jalan yang terjal serta penuh tanjakan,” lanjut Siti.
Dan tepatnya di tikungan tajam dengan kondisi jalan menanjak panjang, tiba-tiba mobil ambulans keluar dari jalur alias oleng ke kanan.
“Mobil ambulans itu akhirnya terperosok ke dalam jurang bersama pengemudi, suami dan adik saya. Jasad Nenek Ginah terpental dan keluar dari mobil ambulans karena pintu mobil terbuka,” ucap Siti yang terus terisak meneteskan air matanya.
Senada juga diungkapkan Muklisin, 48, Tukang Ojek yang sehari-hari mencari penumpang di ujung Desa Benowo. Diungkapkan, jalan Desa Benowo kondisinya sangat riskan jika dilintasi oleh pengguna sepeda motor jenis metik. “Kalau kita menggunakan motor metik, bahaya. Saat melintasi jalan menurun tajam, bisa-bisa rem tidak berfungsi,” ujarnya.
Muklisin menjalani pekerjaannya dengan mengendarai sepeda motor bermesin 4 tak, dia mengaku punya kiat mengantisipasi licinnya tanah dan kondisi jalan yang terjal.
“Ban roda selalu saya ikat dengan rantai besi. Tujuannya, agar tidak licin dan roda tetap bisa berputar dan berjalan di jalan dengan kondisi tanah licin,” ungkapnya.
Pejabat (Pj) Kepala Desa Benowo, Jihad, menerangkan bahwa kedatangan Kodim Purworejo ke desanya dengan Program TMMD 118, sungguh sesuatu yang membahagiakan bagi warga desa. “Tak hanya warga Desa Benowo saja yang senang, warga desa lain seperi Desa Cacaban Kidul, Desa Kalitapas dan warga Desa Wadas juga mengaku turut senang mendengar TMMD 118 Kodim Purworejo akan membangun jalan desa Benowo,” tutur Jihad.
Menurut Jihad, jika jalan Desa Benowo bagus tentu saja akan membawa banyak manfaat untuk ribuan warga yang tinggal di desa lain juga. “Jalan Desa Benowo itu jalan penghubung ke desa-desa lain. Bahkan jalan desa tersebut juga menuju ke kecamatan lain juga bisa. Bayangkan betapa strategisnya jalan Desa Benowo ini,” jelas Jihad.
Kegiatan TMMD 118 Kodim Purworejo sendiri resmi dibuka pada 20 September dan ditutup pada 19 Oktober 2023. Jalan utama Desa Benowo ini juga melintasi beberapa desa seperti Desa Kalitapas dan Desa Cacaban Kidul.
“Kami atas nama Takmir Masjid Al Iman dan jemaah masjid menghaturkan banyak terima kasih kepada Pak Dansatgas TMMD 118 dan Jajaran Kodim Purworejo yang telah membantu pengecatan dinding masjid kami. Dan ucapan terima kasih juga atas bantuan Buku-buku Kita Suci Al Quran,” ungkap Slamet Haryanto Al Muhlisin (50), Ketua Takmir Masjid Al Iman Benowo.
Penerima bantuan rehab RTLH, Risman mengungkapkan rasa bahagia yang tak terkira. Dirinya mengaku tidak pernah bermimpi atau pun sekedar membayangkan akan memiliki rumah yang layak. Kini dengan pelaksanaan TMMD Reguler 118 Kodim Purworejo, Risman dan keluarganya bisa hidup lebih layak. “Terima kasih Pak Tentara Kodim Purworejo. Kami sekeluarga dibuatkan rumah dan kini rumah kami lebih layak,” ucap lirih Sutini sambil menitikkan air dari matanya.
Hasil dari pembangunan TMMD 118 Kodim Purworejo, juga akan berdampak pada sektor perekonomian warga dan juga berpotensi mengangkat sektor pariwisata desa. Di Kawasan Perbukitan Menoreh ini dikenal banyak muncul desa-desa wisata.
Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) Kementerian Pariwisata RI, Agustin Parianginangin, menyebut bahwa jalan yang dimiliki Desa Benowo dan desa-desa disekitarnya adalah jalan perbukitan yang berbukit-bukit.
“Jalan-jalan di Kawasan Kecamatan Bener yang berada di Lereng Bukit Menoreh ini unik dan ekstrem. Sudah perbukitan kondisinya masih berbukit-bukit pula,” kelakar Agustin menjawab pertanyaan awak media, (29/10/2023).
Meski begitu, Agustin mengaku justru hal tersebut menjadikan kelebihan yang bisa ditawarkan ke wisatawan agar mau berkunjung ke wisata-wisata desa di Kawasan Bukti Menoreh.
“Jalan yang eksotis ini justru menjadi kelebihan desa-desa wisata yang ada. Justru itulah yang bisa kita jual ke wisatawan yang ingin menikmati sensasi berlibur berbeda,” ungkapnya.
Bupati Purworejo, Agus Bastian menyampaikan apresiasinya kepada Jajaran TNI dalam hal ini Kodim Purworejo. TMMD Reguler 118 Kodim Purworejo di Desa Benowo adalah solusi atau pemecahan masalah selama ini bagi desa-desa tertinggal seperti Desa Benowo. “Kegiatan TMMD 118 Kodim Purworejo sangat bermanfaat bagi desa. Apalagi sasarannya adalah infrastruktur utama yakni jalan desa.
Dengan dibangunnya Jalan Desa Benowo, otomatis akan terjadi koneksitas antar beberapa desa dan juga beberapa kecamatan menjadi terhubung,” ucap Bupati Purworejo.
Komandan Satgas (Dansatgas) TMMD Reguler 118 Kodim 0708 Purworejo, Letkol Infanteri Yohanes Heru Wibowo, menjelaskan bahwa penetapan Jalan Desa Benowo menjadi sasaran utama pelaksanaan TMMD 118 salah satu pertimbangannya adalah kondisi jalan tidak layak dan selama ini menjadi persoalan warga.
Jalan Desa Benowo juga menjadi akses penghubung Desa Wadas menuju jalan nasional Purworejo-Magelang. Untuk diketahui di Kecamatan Bener sedang berjalan pembangunan Proyek Strategi Nasional (PSN) Bendungan Bener.
“Pelaksanaan TMMD 118 Kodim Purworejo ini sangat strategis dan membawa manfaat bagi perekonomian warga, sebagai akses kehidupan ribuan warga beberapa desa dan juga sebagai lalu lintas utama bagi Warga Desa Wadas,” jelas Dansatgas TMMD 118 Kodim Purworejo.
Kawasan tebing batu di Desa Wadas akan digunakan sebagai lokasi penambangan batu andesit untuk pemenuhan material batu untuk PSN Bendungan Bener.
“Jalan desa yang kami bangun ini tentu saja akan membawa dampak positif untuk pelaksanaan PSN Bendungan Bener. Lebih-lebih bagi Desa Wadas yang berbatasan langsung dengan Desa Benowo,” papar Yohanes Heru Wibowo.
Untuk mendukung percepatan pelaksanaan pekerjaan pembangunan di Desa Benowo melalui TMMD 118, Kodim Purworejo menerjunkan sedikitnya 100 Satgas yang terdiri dari Gabungan TNI dari Batalyon 403 dan Personil Kodim Purworejo.
Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Joko Purnomo menyampaikan bahwa TMMD Reguler 118 Kodim Purworejo fokus terhadap pembangunan infrastruktur desa-desa tertinggal. “Pembangunan jalan desa dengan rabat beton atau pengecoran diharapkan menjadi solusi atas persoalan desa akan kebutuhan jalan yang baik,” ujar Joko Purnomo.
Sementara itu, dalam pelaksanannya, tersuguh pemandangan yang indah tatkala kemanunggalan itu terjadi. Satgas TMMD 118 dibantu dengan beberapa Personil Polres Purworejo dan juga warga desa, bergotong royong dan berjibaku melaksanakan pekerjaan siang dan malam.
Suasana kemanunggalan tersebut disaksikan langsung oleh Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) PJO TNI AD Kodam IV/Diponegoro, yang dipimpin Brigjen TNI Ade Adrian, pada 29 September 2023 lalu.
Ade mengaku sangat terharu dan bangga menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana kemanunggalan tersaji dalam pelaksanaan pembangunan jalan rabat beton di Desa Benowo Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo.
“Saya sangat terharu, bangga, serta ungkapan apresiasi yang tinggi diucapkan kepada segenap Satgas TMMD 118, Anggota Polri serta warga desa, yang kompak dan padu dalam bergotong-royong melaksanakan pekerjaan pembangunan jalan rabat beton. Ini salah satu cerminan suksesnya pembangunan nasional jika semua pilar bangsa bersatu padu untuk bersama membangun bangsa,” terangnya berapi-api.
Tim Wasev juga meninjau pekerjaan pengecatan Masjid Al Iman di Dukuh Ciriebut Desa Benowo serta menyerahkan bantuan Buku Al Quran kepada Takmir Masjid setempat.
Pada tanggal 11Oktober 2023, lokasi TMMD 118 Kodim Purworejo juga dikunjungi oleh Panglima Kodam (pangdam) IV/Diponegoro Mayjen TNI Widi Prasetijono.
Pangdam berkunjung ditengah gelapnya malam dan menelusri jalanan di Kawasan Bukit Menoreh di Desa Benowo. Dia merasakan sendiri bagaimana sensasi menggunakan sepeda motor dengan jalan berkelok terjal, kondisi jalan menanjak dan menurun. “Sungguh luar biasa, ini TMMD paling menantang selama saya ikuti. Saya suka lokasinya, ngeri-ngeri sedap,” tegas Widi sesaat turun dari jok belakang sepeda motor trail dinas Babinsa itu.
Pada bagian lain, Pangdam menyampaikan, bahwa sasaran TMMD 118 Kodim Purworejo patut diacungi jempol. Dengan medan yang sangat ekstrim di Kawasan Bukit Menoreh, tentu saja persoalan jalan desa pasti menjadi masalah utama selama ini.
“Inilah manfaat besar TMMD. Dan pasti keberadaan TMMD 118 Kodim Purworejo ini sangat dibutuhkan serta bermanfaat bagi masyarakat banyak. Terima kasih untuk kalian para Satgas TMMD dan warga desa yang telah manunggal mewujudkan pembangunan di desa ini,” urainya sambil menepuk bahu kanan Dansatgas TMMD 118 Kodim Purworejo, Letkol Infanteri Yohanes Heru Wibowo. (Pendim Purworejo)
Editor : Amin Surachmad