Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peringati Hari Santri di Magelang, Cak Imin Minta Ada Santri Yang Jadi Presiden

Naila Nihayah • Minggu, 22 Oktober 2023 | 19:34 WIB
Bakal calon Wakil Presiden (cawapres) dari Koalisi Perubahan Muhaimin Iskandar bersama pengasuh Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori
Bakal calon Wakil Presiden (cawapres) dari Koalisi Perubahan Muhaimin Iskandar bersama pengasuh Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori

MUNGKID - Bakal calon Wakil Presiden (cawapres) dari Koalisi Perubahan Muhaimin Iskandar turut memperingati Hari Santri Nasional 2023 di Lapangan Tegalrejo, Magelang pada Minggu (22/10).

 

Dia bicara soal jihad atau perjuangan para santri agar bisa mewujudkan keadilan dan kemakmuran. Di antaranya dengan ada santri yang bisa menjadi presiden. 

 

Di hadapan ribuan santri dari Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo, Cak Imin, sapaan akrabnya juga menjelaskan peran santri dalam proses kemerdekaan Indonesia. Termasuk kiprah dan perjuangan para pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga NKRI.  

Dia memandang, santri harus siap untuk menjadi pemimpin di manapun berada. "Hari ini, santri-santri di Magelang, terutama (santri) API harus berkomitmen bahwa seluruh santri harus siap memimpin. Mulai dari kepala desa, camat, bupati, gubernur, menteri, bahkan presiden," seru Cak Imin. 

 

Menurutnya, santri merupakan pewaris negeri yang sah dan harus bertanggung jawab atas nasib bangsa ini. Hal itu selaras dengan peringatan Hari Santri Nasional 2023 yang bertajuk 'Jihad Santri Mewujudkan Keadilan dan Kemakmuran'. Artinya, santri harus senantiasa berjuang agar dapat mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi Indonesia.

Cak Imin menyebut, santri merupakan insan yang mempunyai kapasitas. Baik secara kecerdasan, emosi, dan spritual untuk mempimpin negeri ini. Belum lagi telah banyak pemimpin yang lahir dari kalangan santri sejak lama. "Santri adalah insan yang dititipi mbah Hasyim (Asy'ari) untuk memimpin negara," ungkapnya.

 

Dia optimistis, dari Ponpes API Tegalrejo ini, lahir pemimpin untuk negara. "Jangan cengeng dan mudah menyerah. Jangan ngaku santri kalau tidak siap pimpin negera ini," sambungnya.

Baca Juga: Puluhan Siswa, Guru hingga Wali Siswa SMP di Magelang Jadi Sasaran Ekshibisionis

Selain itu, dia meminta agar menanamkan jiwa entrepreneurship atau kewirausahaan dalam diri setiap santri. Karena menurutnya, setiap santri harus siap untuk menjadi pengusaha yang tangguh.

 

Dalam momentum itu, Cak Imin juga menjanjikan pesantren di Indonesia akan mendapat bantuan. Jika dirinya dan Anies Baswedan terpilih sebagai pasangan Presiden dan Wakil Presiden pada Pilpres 2024. Termasuk berjanji untuk menyejahterakan guru-guru di Indonesia. 

"Doakan, jika saya dan mas Anies terpilih (jadi Presiden dan Wakil Presiden), pesantren akan dapat haknya di Indonesia. Yang kesulitan fasilitas dan sebagainya, InsyaAllah negara dan pemerintah akan hadir untuk mengatasi masalahnya," bebernya yang disambut riuh tepuk tangan santri dan peserta upacara.

 

Cak Imin berharap, momentum hari santri ini dapat menggugah santri-santri Indonesia, khususnya di Magelang untuk mewujudkan negeri yang baik dan maju. "InsyaAllah melalui hari santri ini kami berkomitmen, dan yakin bahwa baldatun thayyibatun terwujud," imbuhnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#Magelang #cak imin #Jihad #presiden #santri