RADAR JOGJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen bakal mengusulkan penetapan nama Alun-alun Kebumen menjadi Alun-alun Pancasila. Penamaan alun-alun ini diusulkan agar masuk dalam daftar nama rupabumi. Nama Rupabumi atau dikenal juga dengan nama geografi atau toponim.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kebumen Yanie Giat Setyawan mengatakan, pemberian nama alun-alun bukan tanpa alasan. Tujuan utamanya agar alun-alun memiliki identitas serta memudahkan ingatan kolektif masyarakat. "Konteksnya ada di Dinas Pendidikan. Diselaraskan program kami, mewujudkan profil pelajar Pancasila," ucap Yanie, Jumat (20/10).
Draft usulan penetapan nama akan disiapkan pemkab melalui Disdikpora. Dari usulan tersebut kemudian akan dilayangkan kepada Badan Informasi Geospasial selaku penyelenggraa nama rupabumi. Langkah ini diambil seiring selesainya proyek pengerjaan revitalisasi alun-alun. "Ketika sudah terkonsep dengan baik diikuti penamaan rupabumi. Jadi Alun-alun Pancasila," jelasnya.
Yanie menjelaskan, dipilihnya nama Pancasila karena memiliki makna lebih umum. Selain itu, penamaan ini juga sudah melalui pertimbangan dari berbagai aspek. "Nama diambil lebih umum. Alun-alun Kebumen itu belum masuk nama rupabumi," sambungnya.
Dia menyebut, proyek revitalisasi alun-alun kini sudah berlangsung selama tiga bulan. Pihaknya menarget proyek tersebut rampung sekitar akhir November mendatang. Adapun anggaran revitalisasi ini diambil dari Dana Alokasi Umum (DAU) senilai nyaris Rp 10 miliar. "Sekarang sudah sedikit kelihatan bentuknya. Progres di angka 54 persen lebih," sebutnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kebumen Fuad Wahyudi memastikan revitalisasi kawasan Alun-alun Kebumen telah sesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Selain telah terencana, revitalasi ini juga masuk dalam proyek strategis sesuai penjabaran program dalam visi-misi bupati dan wakil bupati.
Fuad mengatakan, pembangunan infrastruktur yang fokus terhadap fasilitas publik dapat melahirkan banyak manfaat. Terutama dari sisi branding atau promosi daerah. Dengan begitu diharapkan berdampak pada akselerasi ruang ekonomi baru. "Sudah sesuai (RPJMD). Dalam rangka peningkatan infrastruktur. Dampaknya ya ke sektor ekonomi. Kedua itu menjadi pemantapan," jelas Fuad. (fid/pra)