Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wali Kota Magelang Inisiasi Jimpitan untuk Entaskan Kemiskinan, Jangan Berpikir Sedekah Hanya Milik Orang Kaya

Naila Nihayah • Kamis, 19 Oktober 2023 | 23:51 WIB
SIMBOLIS: Baznas Kota Magelang memberikan biaya bantuan pendidikan kepada perwakilan siswa-siswa di Kota Magelang, Kamis (19/10). (Dok Prokompim Kota Magelang)
SIMBOLIS: Baznas Kota Magelang memberikan biaya bantuan pendidikan kepada perwakilan siswa-siswa di Kota Magelang, Kamis (19/10). (Dok Prokompim Kota Magelang)
 
 

MAGELANG - Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz menginisiasi gerakan jimpitan untuk membantu mengentaskan kemiskinan di wilayahnya. Jimpitan ditujukan bagi masyarakat agar mau bersedekah.
 
Itu baik berupa uang maupun beras. Kemudian dihimpun dan disalurkan lagi kepada masyarakat, terutama yang kurang mampu oleh Baznas.
Baca Juga: Mau Disalurkan untuk 15 Kecamatan di Magelang, Benih Padi Tinggal Lima Ton

Dia meminta Baznas membentuk kelompok. Anggotanya terdiri dari para penerima bantuan.
 
"Lalu, bapak atau ibu (penerima bantuan) sedekah seminggu Rp 500. Namanya jimpitan. Jangan berpikir sedekah itu hanya milik orang kaya," kata Aziz, Kamis (19/10).

Dia mencontohkan, gerakan jimpitan yang sudah dilakukan di Masjid Ganten. Hasil jimpitan yang berhasil dikumpulkan masyarakat di masjid tersebut bisa mencapai Rp 12 juta per bulan.
Baca Juga: Harus Bebas Banjir dan Tikus, Kesiapan Gudang Logistik KPU Purworejo Dicek
 
Dana itu digunakan untuk membantu biaya sekolah anak-anak kurang mampu dan sebagainya.

Dengan begitu, kata dia, kemiskinan di wilayahnya berangsur menurun. Sebab menurutnya, kemiskinan bisa turun karena ada kebersamaan dan saling gotong-royong. "Target nol persen bisa tercapai. Kalau kita saling sengkuyung," imbuhnya.

Dikatakan, kemiskinan di Kota Magelang terus menunjukkan tren penurunan. Pada 2021 sebanyak 7,75 persen. Lalu, pada 2022 menjadi 7,1 persen.
 
Baca Juga: Komitmen Kuatkan Sentra Gakkumdu, Dalam Rangka Mengurangi Pelanggaran Pemilu
 
Kemudian, pada 2023 ini turun lagi menjadi 6,1 persen. Penurunan angka kemiskinan ini menjadi yang terbaik se-Jawa Tengah.

Dia optimistis, persoalan kemiskinan itu dapat diselesaikan pada 2024 mendatang. Satu upayanya dengan mengajak masyarakat dan seluruh stakeholder bergotong-royong saling membantu.
 
"Saya dan wakil wali Kota Magelang sudah disumpah sebagai pemimpin harus mensejahterkan warganya. Saya juga minta warga jika kesulitan bicara dengan saya, bisa lewat WhatsApp," tuturnya.
 
Baca Juga: Polres Kebumen Ungkap Jaringan Pengedar Sabu dari Lapas

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Magelang Ahmad Zainuddin menyampaikan, biaya bantuan pendidikan (BBP) kali ini merupakan pentasarufan periode kedua bulan Oktober 2023. BBP diberikan kepada pelajar SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi dengan total 149 orang.

Disebutkan, jumlah BBP yang disalurkan sebesar Rp 90,1 juta Untuk SD masing-masing mendapat Rp 500 ribu, SMP Rp 600 ribu, SMA Rp 700 ribu, dan mahasiswa Rp 800 ribu per orang.
Baca Juga: Eks Napi Ikut Nyaleg, KPU Kaji Penetapannya sebagai Daftar Calon Tetap
 
"Tentunya jumlahnya masih sangat kecil, namun demikian ini mudah-mudahan bisa bermanfaat sebaik-baiknya, tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak berguna," ungkapnya.

Dia menyebut, seluruh penerima sudah berdasarkan data yang terverifikasi di tingkat kelurahan sehingga mereka benar-benar berhak. Dia meminta doa masyarakat agar para pemberi zakat atau sedekah bersih jiwa dan hartanya. (aya)
 
Editor : Amin Surachmad
#entaskan kemiskinan #jimpitan #wali kota magelang