MAGELANG - Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz menginisiasi gerakan jimpitan untuk membantu mengentaskan kemiskinan di wilayahnya. Jimpitan ditujukan bagi masyarakat agar mau bersedekah.
Dia meminta Baznas membentuk kelompok. Anggotanya terdiri dari para penerima bantuan.
Dia mencontohkan, gerakan jimpitan yang sudah dilakukan di Masjid Ganten. Hasil jimpitan yang berhasil dikumpulkan masyarakat di masjid tersebut bisa mencapai Rp 12 juta per bulan.
Dengan begitu, kata dia, kemiskinan di wilayahnya berangsur menurun. Sebab menurutnya, kemiskinan bisa turun karena ada kebersamaan dan saling gotong-royong. "Target nol persen bisa tercapai. Kalau kita saling sengkuyung," imbuhnya.
Dikatakan, kemiskinan di Kota Magelang terus menunjukkan tren penurunan. Pada 2021 sebanyak 7,75 persen. Lalu, pada 2022 menjadi 7,1 persen.
Dia optimistis, persoalan kemiskinan itu dapat diselesaikan pada 2024 mendatang. Satu upayanya dengan mengajak masyarakat dan seluruh stakeholder bergotong-royong saling membantu.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Magelang Ahmad Zainuddin menyampaikan, biaya bantuan pendidikan (BBP) kali ini merupakan pentasarufan periode kedua bulan Oktober 2023. BBP diberikan kepada pelajar SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi dengan total 149 orang.
Disebutkan, jumlah BBP yang disalurkan sebesar Rp 90,1 juta Untuk SD masing-masing mendapat Rp 500 ribu, SMP Rp 600 ribu, SMA Rp 700 ribu, dan mahasiswa Rp 800 ribu per orang.
Dia menyebut, seluruh penerima sudah berdasarkan data yang terverifikasi di tingkat kelurahan sehingga mereka benar-benar berhak. Dia meminta doa masyarakat agar para pemberi zakat atau sedekah bersih jiwa dan hartanya. (aya)