Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mau Disalurkan untuk 15 Kecamatan di Magelang, Benih Padi Tinggal Lima Ton

Naila Nihayah • Kamis, 19 Oktober 2023 | 23:34 WIB
ULET: Meski mengalami kekeringan, Mundakir tetap berikhtiar untuk melakukan penyemprotan di lahan pertanian miliknya di Dusun Bangsren, Secang.
ULET: Meski mengalami kekeringan, Mundakir tetap berikhtiar untuk melakukan penyemprotan di lahan pertanian miliknya di Dusun Bangsren, Secang.

 

RADAR JOGJA - Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Magelang menggelontorkan sejumlah bantuan untuk mengantisipasi dampak El Nino. Termasuk memberi bantuan berupa benih padi di 15 kecamatan. Namun, persediaannya hanya tersisa lima ton dan belum mencukupi kebutuhan.

Sekretaris Distanpangan Kabupaten Magelang Ade Sri Kuncoro Kusumaningtiyas menuturkan, benih padi tersebut sudah didistribusikan kepada petani di 15 kecamatan. Dengan luasan lahan sekitar 1.300 hektare. Adapun jenisnya yakni benih padi Inpari, Cakrabuana, Ciherang, dan lain-lain.

Benih-benih itu diyakini tahan terhadap kekeringan. Tapi, persediaannya hanya tersisa lima ton di balai benih. Sebab, beberapa waktu lalu, para petani sudah meminta total 15 ton untuk persiapan menghadapi musim hujan pada November mendatang.
Persediaan lima ton itu terdiri dari benih padi jenis Ciherang 1,2 ton, Mekongga 1,8 ton, dan Inpari 2 ton. Jumlah itu, dinilai tidak mencukupi seluruh kebutuhan para petani di 21 kecamatan di Kabupaten Magelang.

 

Sementara untuk luasan lahan pertanian yang membutuhkan irigasi sekitar 21.356 hektare. Namun, karena kekeringan yang cukup panjang, menjadikan sumber mata air tidak tersedia. "Kalau lahan tadah hujan sekitar 3.912 hektare. Memang itu betul-betul lahan yang tidak ada sumber airnya," ujarnya, Rabu(18/10).

Lahan tadah hujan itu, tersebar di 15 kecamatan. Di antaranya Kecamatan Secang, Grabag, Sawangan, Muntilan, Salam, Salaman, Kaliangkrik, Bandongan, Windusari, Tegalrejo, dan lainnya.

Namun, dari 21 kecamatan di Kabupaten Magelang, lahan tadah hujan yang kondisinya parah terjadi di Muntilan. Dengan luasan sekitar 591 hektare. Kemudian, disusul oleh Tegalrejo dengan luasan sekitar 491 hektare.

Untuk itu, distanpangan telah melakukan beberapa langkah terkait dengan penanggulangan El Nino. Seperti menghemat penggunaan air dan memfasilitasi petani dengan keberadaan embung. Lalu, adanya pompanisasi, irigasi perpipaan, dan penyediaan sumur resapan.

Kemudian, mendistribusikan benih padi yang tahan terhadap kekeringan. Di antaranya benih padi Inpari, Cakrabuana, Mekongga, hingga Padjajaran. "Yang paling utama adalah masyarakat bisa menggunakan pola tanam dari benih itu agar diupayakan semaksimal mungkin saat kemarau berlangsung," kata dia.

Editor : Heru Pratomo
#el nino #Kabupaten Magelang #benih padi #Pertanian #kecamatan