Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Begini Penampakan Motor yang Dibakar Pascakerusuhan di Muntilan

Naila Nihayah • Senin, 16 Oktober 2023 | 21:26 WIB
HANGUS: Inilah kondisi sejumlah motor yang dibakar pada aksi anarkis di kawasan Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (15/10).
HANGUS: Inilah kondisi sejumlah motor yang dibakar pada aksi anarkis di kawasan Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (15/10).

 

RADAR JOGJA - Aksi anarkis yang melibatkan dua massa simpatisan di Muntilan mengakibatkan sejumlah motor hangus. Sebab mereka dengan sengaja menghanguskan motor-motor itu usai terjadinya gesekan antara massa Laskar dari PDI-P dengan organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK).

Ribuan Laskar PDI-P dari wilayah Magelang dan Jogjakarta itu diketahui menggelar deklarasi setia kepada keputusan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Kegiatan bertajuk 'Banteng Metu Kandang' tersebut digelar di Lapangan drh Soepardi, Sawitan, Minggu (15/10). Dengan jumlah massa sekitar 10 ribu orang.

Kronologisnya, rombongan Laskar PDI-P hendak pulang dan melewati Palbapang menuju Muntilan. Di Dusun Kalangan, Pabelan, Mungkid, terdapat sejumlah warga yang tengah menyaksikan rombongan tersebut. Belum diketahui pasti alasannya, tapi merasa terprovokasi, Laskar PDI-P mendatangi warga itu.

Hingga akhirnya terjadilah gesekan dengan warga diduga berasal dari ormas GPK yang terafiliasi oleh PPP. Saat itulah, aksi pelemparan batu hingga menggunakan benda lainnya tidak dapat dihindari. Motor warga pun dirusak. Bentrokan mulai memanas.

Laskar PDI-P kembali melanjutkan perjalanan, tapi dicegat oleh ormas GPK di daerah Muntilan. Arus lalu lintas pun sempat tersendat hingga menimbulkan kemacetan panjang. Aksi semakin anarkis.

Namun, massa berhasil dibubarkan usai bupati Magelang, Polresta Magelang, dan Kodim 0705/Magelang berusaha mendamaikan kedua simpatisan. Lantaran aksi itu diduga berasal dari kesalahpahaman di antara kedua simpatisan. Mereka pun sepakat untuk menjaga kondusifitas. Sehingga arus lalu lintas kembali lancar.

Hingga kini, polisi dan Pemkab Magelang masih melakukan pendataan terhadap kerusakan yang ditimbulkan pasca kerusuhan. "Pak bupati masih melakukan pendataan kerusakan akibat aksi itu. Nanti pak bupati akan mengadakan pembicaraan lebih lanjut," terang Kapolresta Magelang Kombes Pol Ruruh Wicaksono, Senin (16/10).

Namun, berdasarkan hasil pendataan sementara, ada enam sepeda motor yang dibakar. Saat ini, motor itu berada di kompleks Polsek Muntilan. Sementara sepeda motor yang mengalami kerusakan, belum didata. Termasuk rumah yang mengalami kerusakan. Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.(aya)

Editor : Heru Pratomo
#motor #PPP #polsek #GPK #pdi-p #muntilan