RADAR JOGJA - Sejumlah investor mulai melirik potensi wilayah pesisir selatan Kebumen. Adapun sub sektor paling diminati para investor ialah pengembangan industri pariwisata.
Terbukti, beberapa obyek wisata di Kebumen kini sudah digarap pihak swasta. Seperti wisata Sagara View di kawasan Pantai Karangbolong. Kemudian, ada Pitris Ocean di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah.
Tak lama lagi, sejumlah investor juga berminat menanam investasi di Pantai Lampon di Desa Pasir, Kecamatan Ayah. "Sampai sekarang total anggaran terserap sekitar Rp 17 miliar. Sebentar lagi teman ikut bangun wisata sebelah barat," jelas Owner Sagara View Khayub Muhammad Lutfi, Minggu (15/10).
Khayub mengatakan, keindahan bentang alam pantai selatan berpadu dengan bukit karst merupakan nilai tawar tersendiri sehingga pihaknya memutuskan berinvestasi. Tak hanya itu, menurutnya aksesibilitas menuju kawasan wisata pesisir selatan Kebumen kini juga sudah cukup mudah. "Bandara baru di Jogja, paling satu jam. Tinggal lurus aja lewat JLSS. Belum lagi kalau tol sudah jadi," ungkapnya.
Dia berharap, dari nilai investasi yang dikucurkan mampu menjadi lokomotif baru perekonomian di wilayah selatan. Terpenting lagi bakal membawa dampak positif bagi pendapatan asli daerah. "Semua ikut terlibat. UMKM ikut tumbuh, ekonomi bergerak. Kami memandang Kebumen itu punya potensi besar," ucapnya.
Dia menjelaskan, berdasar perjanjian kontrak, wisata yang dikelola saat ini berada di atas lahan Perhutani seluas 56 hektare. Dari luasan itu dirasa cukup sebagai modal kompetiror baru sektor pariwisata di Kebumen. Dia yakin pesisir selatan akan menjadi primadona terkait kunjungan wisata. "Kami coba memberikan sumbangsih. Jadi pengelola punya kewajiban membangun 10 persen dari kontrak luasan lahan," terangnya.
Sub Koordinator Bidang Usaha Jasa Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebumen Junaedi mengatakan, sistem sewa obyek wisata merupakan kebijakan baru di lingkungan Pemkab Kebumen. Pemkab memutuskan menyewa lokasi wisata kepada pihak ketiga karena pertimbangan untung dari sisi pendapatan daerah. "Sebelumnya pernah ada rencana, tapi tidak dengan sistem sewa melainkan bagi hasil. Cuma setelah melalui proses akhirnya tidak jadi," ungkap Junaedi.
Dia menyebut, Pantai Karangbolong secara resmi dikelola pihak ketiga sejak 18 April 2023. Adapun nilai sewa yang dipatok sebesar Rp 325 juta. Jika dibandingkan, nilai kontrak sewa itu lebih besar dari pendapatan retrisbusi wisata Pantai Karangbolong selama kurun waktu satu tahun. Disparbud mencatat hasil capaian pendapatan Pantai Karangbolong sebelum disewakan hanya sebesar Rp 180 juta. "Berarti pendapatan cuma 60 persen dari nilai perjanjian nilai sewa kami dengan pihak ketiga," terangnya. (fid/pra)