RADAR JOGJA - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Kulon Progo memberi pendampingan pembuatan akun toko daring kepada 200 pelaku usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM) menuju digitalisasi UKM.
"Pelaksanaan pendampingan ini didasari Inpres Nomor 2 Tahun 2022 dimana Gubernur, Bupati dan Walikota untuk memerintahkan perangkat daerah untuk belanja produk dalam negeri melalui Katalog Lokal atau Toko Daring," ucap Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulon Progo Iffah Mufidati, Rabu (11/10).
Dijelaskan, di Kulon Progo amanat itu ditindaklanjuti dengan Surat Edaran (SE) Bupati Kulon Progo Nomor 027/0192 tentang Pelaksanaan E-Purchasing pada Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahun Anggaran 2023.
Dimana salah satu perintah kepada pengguna anggaran untuk melaksanakan pengadaan melalui E-Purchasing pada komoditas makan minum dan alat tulis kantor dengan prosentase minimal 70 persen dari total anggaran makan minum dan alat tulis masing-masing perangkat daerah. "Digitalisasi sektor UKM ini tujuannya untuk meningkatkan eksistensi UKM menghadapi tantangan global dan kemajuan teknologi informasi," jelasnya.
Menurutnya, untuk mensukseskan hal tersebut, perlu transformasi UKM khususnya terkait sensitivitas penggunaan Informasi dan teknologi dalam pengelolaan usaha baik dari sisi pemasaran, produksi maupun keuangan. "Sejak pandemi Covid-19, kami secara bertahap sudah mulai melaksanakan program digitalisasi sektor UMKM sebagai bentuk transformasi UKM di era digital ini," ujarnya.
Kabid Pemberdayaan Dinas Koperasi UKM Kulon Progo Siti Jamilah menambahkan, pihaknya juga telah melaksanakan kegiatan pelatihan pemasaran daring kepada 50 pelaku UKM pada tahun 2023. Tujuan dan sasaran pelatihan yakni memberikan pendampingan kapasitas sumber daya manusia (SDM), agar memiliki kemampuan memasarkan produknya melalui media daring baik marketplace, maupun media sosial lainnya.
"Hasil pelatihan didorong muncul Duta Marketing Kulon Progo yang memiliki kemampuan dan nilai lebih dalam pemasaran secara daring. Kami juga lakukan sosialisasi optimalisasi pemanfaatan keuangan digital dengan pembuatan QRIS bagi UMKM. Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan salah satu perbankan dengan teknis kegiatan pendampingan pembuatan QRIS bagi UMK di Kulon Progo kepada 100 orang pelaku UKM," imbuhnya. (tom/din)
Editor : Satria Pradika