RADAR JOGJA - Bupati Kebumen Arif Sugiyanto meminta fasilitas kesehatan (faskes) yang bermitra dengan BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan ekstra kepada masyarakat. Penegasan ini sebagai bentuk komitmen, mengingat Kabupaten Kebumen telah meraih predikat universal health coverage (UHC).
UHC merupakan sistem jaminan kesehatan. Tujuannya untuk memastikan agar setiap warga dalam populasi tertentu mendapatkan akses kesehatan berkualitas. "Dengan adanya UHC, pelayanan kesehatan harus semakin meningkat dan cepat," tandasnya.
Arif tak ingin mendengar ada faskes yang memberikan pelayanan buruk kepada masyarakat. Dari UHC, masyarakat diberikan pelayanan dan kedudukan yang sama. Aksesibilitas menurutnya menjadi poin penting pelayanan kesehatan. "Tidak lagi pasien harus menunggu bayar atau bahkan melunasi tunggakan ketika ada yang membutuhkan penanganan darurat," sambungnya.
Kabupaten Kebumen kini telah meraih predikat UHC mencapai 96 persen. Artinya hampir seluruh masyarakat masuk dalam daftar jaminan kesehatan. Capaian ini, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pelayanan dasar bidang kesehatan. "Pencapaian UHC ini akan semakin memudahkan warga," ucapnya.
Menurutnya, pelayanan kesehatan masuk dalam program skala prioritas pemerintah daerah. Tahun ini saja pihaknya menggelontorkan anggaran senilai Rp 28 miliar untuk jaminan kesehatan. Dari anggaran tersebut hampir seluruh masyarakat telah terjamin BPJS melalui program Kartu Kebumen Sejahtera atau KKS. Meski belum terdaftar pun bisa langsung ditangani. “Namun tetap harus mengurus BPJS," ungkapnya.
Capaian UHC ini tertuang melalui surat BPJS Kesehatan nomor 1294/VI-10/0923. Dalam surat tersebut tercantum 1.363.086 penduduk Kebumen telah terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan. Predikat UHC telah selaras dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN. Pada 2024 peserta jaminan sosial termasuk peserta program JKN terdaftar diproyeksi mencapai 98 persen.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kebumen Wahid Mulyadi bersyukur masyarakat Kebumen kini dapat merasa tenang atas capaian predikat UHC. Setidaknya tidak khawatir lagi terkait pelayanan kesehatan. "Berkat doa dan dukungan, DPRD Kebumen, seluruh masyarakat, semua stakeholder, dinas terkait di Kebumen telah berhasil memperjuangkan UHC pelayanan kesehatan," katanya.
Mulyadi mengungkapkan, raihan predikat UHC bukan persoalan mudah. Butuh anggaran tidak sedikit serta perjuangan panjang untuk memenuhi persyaratan UHC. Oleh karena itu, dia meminta capaian ini agar diiringi peningkatan mutu layanan kesehatan. "Penyediaan fasilitas kesehatan harus prima di berbagai jenjang, termasuk aspek SDM bidang kesehatan," ungkapnya. (fid/din)