Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Beras Masih Tinggi, Masyarakat Diminta Tidak Panik

Naila Nihayah • Jumat, 13 Oktober 2023 | 01:53 WIB
 
LAYANI PEMBELI: Para pembeli membeli beras karena merupakan kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi. (Naila Nihayah/Radar Jogja)
LAYANI PEMBELI: Para pembeli membeli beras karena merupakan kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi. (Naila Nihayah/Radar Jogja)
 
MAGELANG - Hingga saat ini, harga beras di beberapa daerah belum kunjung turun. Utamanya di Kota Magelang. Harganya masih bertahan di angka Rp 15 ribu per kilogram (kg) untuk beras jenis premium dan jenis medium dengan harga Rp 13 ribu per kg. Kendati begitu, masyarakat diminta untuk tidak panipanik terkait dengan harga komoditas tersebut.
 
Pimpinan Perum Bulog Cabang Kedu Yudha Aji mengatakan, persediaan beras masih aman sampai Desember mendatang. Karena stoknya lebih dari 15 ribu kg.
 
 
Bulog pun gencar melakukan program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) beras medium ke pasar-pasar di eks-Karesidenan Kedu. Meliputi Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kebumen, Purworejo, Temanggung, dan Wonosobo.
 
Sementara harga eceran tertinggi (HET) beras medium sebesar Rp 10.900 per kg dan beras premium Rp 13.900 per kg.
 
"Bagaimanapun harga saat ini diukur oleh ketersediaan panen baru. Jadi, masyarakat tidak perlu panik. Kemungkinan mulai minggu depan, masyarakat bisa mendapatkannya (beras) di toko retail dan pasar-pasar,” bebernya di IKM Center, Kamis (12/10).
 
 
Dia menyebut, program SPHP itu akan terus berjalan sepanjang tahun. Selama stok masih ada. Bulog pun berusaha memperluas jangkauan distribusi beras medium ke pedagang.
 
Dengan begitu, perlahan bisa mengendalikan harga beras dan membantu penyediaan beras di masyarakat. Termasuk menggandeng pemerintah setempat untuk berkolaborasi membentuk rumah pangan.
 
 
Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz memastikan, ketersediaan pangan di wilayahnya aman. Hanya perlu melakukan koordinasi terkait distribusi pangan yang harus lebih detail.
 
Apalagi, sekarang Kota Magelang sudah dikepung dengan banyak bantuan. Termasuk cadangan beras pemerintah (CBP) yang digelontorkan oleh pemerintah pusat maupun provinsi.
 
 
Dia pun meminta masyarakat untuk melakukan diversifikasi pangan atau mengombinasikan makanan pokok yang dikonsumsi. Sehingga mereka tidak hanya terfokus pada satu jenis karbohidrat saja.
 
Dia berharap, masalah beras dapat segera diatasi dan adanya kepedulian dari masyarakat. “Kalau lihat orang miskin, ya tetangganya harus melapor ke kita (agar mendapat bantuan),” bebernya.
 
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang Syaifullah menyebut, naiknya harga beras ini diikuti oleh kenaikan harga gula di pasaran.
 
Namun, persediaan komoditas pangan di wilayahnya diklaim masih cukup. Bahkan, hingga akhir tahun mendatang.
 
Dia menduga, naiknya sejumlah komoditas pangan ini disebabkan oleh faktor kemarau berkepanjangan. Pemkot Magelang pun masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat terkait penanganan pasar.
 
“Harapan kami, harga (sejumlah komoditas) bisa segera stabil lagi,” ujarnya. (aya)
 
Editor : Amin Surachmad
#Magelang #beras premium #harga eceran tertinggi