MAGELANG - Baliho bergambar Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bersanding dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming mejeng di sejumlah titik kota dan Kabupaten Magelang.
Hal itu seiring adanya wacana bahwa Gibran bakal menjadi calon wakil presiden (cawapres) dari Prabowo yang mencuat jelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Kendati begitu, kepastian Gibran maju menjadi pasangan Prabowo masih menunggu putusan MK soal judical review batas usia cawapres dari usia 40 menjadi 35 tahun.
Sedangkan saat ini, Gibran baru berusia 36 tahun. Rencananya, putusan MK itu dibacakan pada Senin (16/10).
Baliho itu satu di antaranya berdiri kokoh di sisi selatan Alun-alun Kota Magelang atau persis di samping TITD Liong Hok Bio. Baliho tersebut cukup besar dengan ukuran 10 meter x 4 meter.
Latarnya berwarna merah putih. Pada gambar itu, Prabowo tampak mengenakan jas hitam lengkap dasi dan peci. Sementara Gibran mengenakan kemeja putih dan peci hitam.
Kemudian, di baliho itu tertulis "Prabowo-Gibran Untuk Indonesia Maju". Selain pemasangan baliho berukuran besar, relawan Bolone Mase Magelang Raya juga memasang baliho kecil berukuran 2x3 di 10 titik berbeda. Yang mana, telah dilakukan para relawan sejak Selasa malam (10/10).
Sebanyak 10 titik itu, di antaranya, di Tanjung Mertoyudan, Babrik Tempuran, Jembatan Sumber Rejeki Tempuran, dan Kujon. Kemudian, Karet, SPBE Samsat, Ganis Kiringan, Kebonpolo, Jembatan Progo Bandongan, dan Jembatan Progo Mertoyudan.
Koordinator Bolone Mase Area Magelang Raya Irwanadi Churrochman menuturkan, para relawan akan terus menambah jumlah baliho tersebut.
Terutama baliho bergambar Gibran sebagai bentuk dorongan untuk maju menjadi bakal cawapres pada Pilpres 2024 mendatang.
Dia menyebut, pemasangan baliho itu kebanyakan berbayar. Seperti di Muntilan ada dua baliho. Satu baliho bergambar Gibran saja dan satunya Prabowo-Gibran.
Yang terpasang, kata dia, sudah tersebar di sepuluh titik. "Kemarin sore sudah prepare sepuluh titik lagi di wilayah kabupaten," ujar Irwandi, Kamis (12/10).
Nantinya, lanjut dia, akan ada lebih dari setatus baliho Prabowo-Gibran maupun bergambar Gibran saja di kota dan Kabupaten Magelang hingga akhir bulan ini.
Lewat baliho itu, relawan berharap agar MK dapat mengabulkan gugatan dari sejumlah perkara uji materiil Pasal 169 huruf q Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) terkait batas usia capres dan cawapres.
Dia mengutarakan, pergerakan relawan saat ini terbilang masih halus. Meningat putusan dari MK belum benar-benar final.
"Kalau putusan sudah final dan jelas mengizinkan (batas usia cawapres), pasti kami akan lebih masif lagi meraup dukungan untuk Mas Gibran," imbuhnya.
Para relawan, kata dia, mendukung penuh jika Gibran bersanding dengan Prabowo. Sebab, para relawan menilai, Prabowo memerlukan penopang yang hebat dari kawula muda. Menurutnya, secara pergerakan politik, Prabowo merupakan tokoh senior.
Mereka berpikir, sosok yang sudah lama berkecimpung di dunia politik, seyogyanya didampingi oleh tokoh muda. Utamanya salam pergerakan politik. Selain itu, harus ada konektivitas antara muda dan senior.
"Kalau Pak Ganjar masih bisa disebut dekat dengan milenial, sehingga kami berpikir Prabowo ini yang harus didampingi oleh teman-teman muda," ungkapnya.
Irwandi menegaskan, pemasangan baliho tersebur murni untuk mendukung Gibran maju sebagai bacawapres tahun depan. Para relawan menilai, Gibran memiliki potensi yang secara politik bisa diterjemahkan atau dikembangkan menjadi posisi tertentu.
"Dalam hal ketika berbicara konstelasi politik nasional kalau jadi presiden tidak mungkin saat ini, untuk itu kami dorong mas Gibran jadi wakil presiden," imbuhnya.
Dia pun sangat berharap MK benar-benar bisa mengabulkan gugatan soal batas minimal usia yang maju sebagai capres dan cawapres tahun depan.
"Ini memang masih di luar mekanisme, sehingga apa yang kami lakukan saat ini adalah murni sebagai aspirasi," tegas dia. (aya)
Editor : Amin Surachmad