Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bijak Bermain Medsos, Tahun Politik ASN di Lingkungan Kemenag Akan Diawasi Cyber Army

Jihan Aron Vahera • Kamis, 12 Oktober 2023 | 17:42 WIB

Staf Khusus Menteri Agama RI Wibowo Prasetyo saat ditemui Radar Jogja di Kantor Kemenag Purworejo Rabu (11/10). JIHAN ARON VAHERA/RADAR JOGJA
Staf Khusus Menteri Agama RI Wibowo Prasetyo saat ditemui Radar Jogja di Kantor Kemenag Purworejo Rabu (11/10). JIHAN ARON VAHERA/RADAR JOGJA

PURWOREJO, RADAR JOGJA - Di tahun politik, ASN di kementerian agama (kemenag) akan diawasi oleh cyber army.

Cyber army tersebut akan berpatroli di dunia maya untuk mengawasi ASN di lingkungan kemenag yang terlibat dalam politik.

Tentunya, akan ada sanksi yang menanti jika hal tersebut terjadi. Sebagai ASN tetap ada regulasi atau peraturan yang mengatur, terlepas dari hak ASN untuk memilih.

Staf Khusus Menteri Agama RI Wibowo Prasetyo mengatakan, cyber army memiliki tugas utama yaitu untuk memberikan  literasi keagamaan yang baik agar masyarakat tercerahkan dari sisi keagamaan.

"Tujuannya untuk meluruskan paham keagamaan yang salah," katanya Kamis (12/10).

Yakni, menganut paham keagamaan yang moderat atau paham yang bertumpu pada Islam rahmatan lil alamin.

Baca Juga: Weleh-weleh Ketahuan Ngamar dengan Mahasiswinya Oknum Dosen UIN Raden Intan Lampung Digerebek Warga

Karena, pada sejatinya, agama itu tidak ada yang mengajarkan soal kekerasan, berkonflik, apalagi antar pemeluk agama.

"Agama mengajarkan cinta kasih hingga toleransi," sebut dia.

Terlebih, sebentar lagi akan memasuki tahun politik yang biasanya agama digunakan sebagai alat untuk berpolitik.

Hal itu yang harus diingatkan kepada masyarakat terutama ASN dikalangan kemenag untuk netral.

"Harus memegang prinsip netralitas ASN," tegas Wibowo.

Baca Juga: Edarkan Miras Dua Warga Kebumen Ditangkap Polisi

Sebab, sanksinya tidak tanggung-tanggung bahkan bisa berujung pada pemecatan.

Dengan begitu, dia berpesan untuk berhati-hati termasuk dalam menggunakan media sosial.

Dia menyebutkan, di media sosial banyak jebakan. Jika terpancing narasi bisa menjadi masalah apalagi menyangkut agama.

"Agama itu sendiri, karena orang memiliki keyakinan masing-masing. Ketika, keyakinannya disenggol maka bisa memancing emosi," terangnya. (han)

Editor : Bahana.
#radar jogja #kemenag #media sosial #ASN #cyber army #Purworejo