KEBUMEN - Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengatakan, pemuda Kebumen harus memiliki daya juang dalam mengambil peluang bisnis baru, utamanya pada sektor ekonomi kreatif (ekraf).
Menurutnya, bidang ekraf memiliki masa depan cukup cerah sehingga perlu menjadi perhatian.
Baca Juga: Jangan Bakar Daun di Dekat Pipa, Gas Alam Balkondes PGN Karangrejo Tersalur ke 226 KK
"Harus dipahami betul, bidang kreatif ini menjadi salah satu elemen perekonomian bisa tumbuh," kata Arif saat penyerahan hadiah Lawet Muda Film Festival Rabu (11/10).
Arif menjelaskan, sub sektor ekraf cukup banyak termasuk industri film. Peluang inilah yang mestinya menjadi ladang pertumbuhan ekonomi baru.
Dia pun bersyukur di Kebumen kini telah terbentuk sebuah komite yang membidani ekraf. Dari wadah tersebut diharapkan menjadi ruang para pelaku atau industri kreatif bereksplorasi.
Baca Juga: Ada Tagihan PBB Warga Purworejo Hanya Rp 5.000
"Berbagai kegiatan terkait ekonomi kreatif ini bukti kesiapan. Boleh nanti yang juara kami kontrak untuk buat Kebumen jauh lebih bagus," ucap Arif.
Dia tak ingin pola pikir masyarakat, khususnya pemuda cenderung tertarik dengan pola pikir era terdahulu. Artinya, lebih memilih pekerjaan yang identik dengan serba kemapanan.
Dia mengambil contoh seperti bekerja di lingkungan pemerintah.
Baca Juga: Kejari Kebumen Geledah Gudang di Gombong
"Jangan kemudian berpikir lulus kerja masuk pemda atau pabrik. Harus dioptimalkan kreatifitas," bebernya.
Pemkab, kata Arif, berkomitmen akan terus mendorong agar sektor ekraf dapat tumbuh dan berkembang.
Menurutnya, dari sektor ekraf jika dioptimalkan dengan baik akan menjadi kekuatan baru di Kebumen.
Baca Juga: All Out Kirim Tiga Tim, PS Ebod Jaya Kebumen Fokus Ikut Piala Soeratin Ketimbang Liga 3
"Potensi ini harus digali. Apalagi, sekarang sudah serba digital," sambungnya.
Ketua Panitia Lawet Muda Film Festival Bafadol Muksit menyampaikan, festival ini sengaja digelar untuk wadah para kreator muda yang fokus di dunia perfilman.
Pihaknya memberikan ruang agar anak muda kreatif mampu berkompetisi dalam menyambut tantangan global.
"Kami menyematkan nama Lawet karena identik dengan Kebumen. Goal-nya tentu sebagai embrio industri kreatif. Banyak bermunculan sineas muda," ujarnya.
Festival ini cukup disambut antusias para kreator di lingkup Jawa-Bali. Sedikitnya ada 83 karya yang terkumpul dalam festival film tersebut. Ajang rutin tahunan ini menghadirkan tiga kategori, yakni fiksi, dokumenter dan animasi.
"Bersyukur sekali, sudah tiga kali digelar peserta tetap membludak. Semoga tahun berikutnya lebih meriah," pungkasnya. (fid)