Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Fenomena Alam Luar Biasa, Tabebuya Mekar Tiga Kali Setahun di Magelang

Naila Nihayah • Rabu, 11 Oktober 2023 | 01:09 WIB
BERBUNGA: Bunga tabebuya yang bermekaran di sepanjang median jalan protokol ini, semakin mempercantik Magelang. (Naila Nihayah/Radar Jogja)
BERBUNGA: Bunga tabebuya yang bermekaran di sepanjang median jalan protokol ini, semakin mempercantik Magelang. (Naila Nihayah/Radar Jogja)


MUNGKID - Umumnya, bunga dari pohon tabebuya atau handroanthus chrysotrichus ini akan mekar saat musim kemarau. Atau, puncaknya sekitar Juli hingga September.
 
Tapi, tahun ini, bunga tabebuya di Magelang mekar tiga kali dalam satu tahun. Dugaannya karena fenomena musim kemarau yang berkepanjangan.
 
Baca Juga: Sudah Ada Tabebuya, Tambah Pohon Kamboja, Percantik Magelang, Tanam di Beberapa Ruas Jalan

Tanaman yang memiliki kemiripan dengan bunga Sakura ini diketahui tumbuh merata dan menyebar di berbagai titik jalan protokol di Magelang.
 
Termasuk di sepanjang median jalan mulai dari kawasan Artos Magelang sampai Palbapang, Mungkid. Juga di Jalan Soekarno-Hatta kawasan Sawitan, Mungkid, Kabupaten Magelang.
 
Baca Juga: Taman Dengung : Pohon Perindang Bakal Diganti Tabebuya dan Asam Jawa

Kepala Bidang Pengkajian Dampak dan Penataan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang Joni Budi Hermanto menuturkan, mekarnya tabebuya pada bulan ini menandakan fenomena alam yang luar biasa. Lantaran sudah berbunga sebanyak tiga kali dalam satu tahun.

Dia menyebut, pada Juni-Juli dan Agustus-September lalu, pohon itu sudah berbunga. Karena memang periode mekarnya tabebuya lazim terjadi satu hingga dua kali dalam satu tahun.
 
 
"Saya agak bingung, apakah karena musim kemarau yang berkepanjangan atau karena ditopang kondisi tanaman cukup lama," bebernya, Selasa (10/10).

Namun, dia menduga, fenomena mekarnya tabebuya tiga kali dalam satu tahun ini disebabkan oleh musim kemarau panjang. Sehingga membuat pohon itu berbunga. Sebab, karakteristik tabebuya ini cenderung lebuh berbunga saat cuaca panas.
 
Baca Juga: Ikuti Maulid Fest, Diharapkan Contoh Akhlak Nabi Muhammad

Adapun penanaman tabebuya mulai dari Artos sampai Palbapang dilakukan sejak 2014 lalu. Sementara di Jalan Pemuda, Muntilan dan Jalan Soekarno-Hatta, Sawitan ditanam sekitar 2017.
 
"Biasanya (mekar) setahun seklai. Di bulan Juli-Agustus. Tapi, kemarin maju. Di Juni, sudab berbunga," terang Joni.
 
 

Sementara pada 2022 lalu, pohon tabebuya di Magelang hanya berbunga sekali. Dia menyebut, kemungkinan pohon itu berbunga dua kali hanya 10 persen saja.
 
Tepatnya, pada Juli-Agustus dan September-Oktober. Namun, ketika September sudah turun hujan, praktis bunga tabebuya tidak akan tumbuh dua kali. (aya)
 
Editor : Amin Surachmad
#Magelang #tabebuya #musim kemarau