Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

SMPN 5 Kebumen Libatkan Polisi dan Psikolog Antisipasi Bully

Muhammad Hafied • Selasa, 10 Oktober 2023 | 19:05 WIB
KOMPAK : Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kebumen Yanie Giat Setyawan (tengah) memimpin seruan anti perundungan di lingkungan SMPN 5 Kebumen.M HAFIED/RADAR KEBUMEN
KOMPAK : Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kebumen Yanie Giat Setyawan (tengah) memimpin seruan anti perundungan di lingkungan SMPN 5 Kebumen.M HAFIED/RADAR KEBUMEN


RADAR JOGJA - SMP Negeri 5 Kebumen secara resmi telah membentuk satuan petugas (Satgas) anti-bullying atau perundungan, Senin (9/10). Pembentukan satgas ini diinisiasi mengingat belakangan marak terjadi kasus perundungan di lingkungan sekolah.


Satgas tersebut dibentuk dari perwakilan unsur komite sekolah, guru, karyawan serta orang tua siswa. Selain melibatkan unsur warga sekolah, satgas juga akan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Meliputi kepolisian, dinas terkait hingga psikolog dalam penanganan kasus. "Sudah terbentuk koordinator. Ada 11 orang. Mereka masuk dalam tim pencegahan dan penanganan kekerasan (TPPK)," jelas Kepala SMPN 5 Kebumen Tjandra Agustina Dewanti.


Tjandra menerangkan, pembentukan satgas ini bukti keseriusan pihak sekolah dalam pencegahan maupun penanganan aksi bullying. Pembentukan satgas juga merupakan tindak lanjut dari Permendikbud Nomor 46 Tahun 2023.


Dia mengatakan, sudah dua tahun terakhir SMPN 5 Kebumen fokus melakukan upaya aksi pencegahan perundungan di lingkungan sekolah. Keberadaan satgas, kata Tjandra, diharapkan mampu mengurangi potensi aksi perundungan, baik dalam satu sekolah maupun antar kelompok siswa lintas sekolah. "Kami selipkan dalam pembelajaran mengenai bahaya bullying. Sekarang sudah ada 30 duta anti kekerasan dari elemen siswa," ucapnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kebumen Yanie Giat Setyawan mengapresiasi pembentukan tim satgas di tingkat sekolah. Menurutnya, terobosan ini patut dicontoh sekolah lain karena pencegahan aksi perundungan merupakan tanggung jawab bersama. "Semua memiliki peran penting membangun sekolah aman dan nyaman. Saya tidak ingin kasus viral kemarin terjadi di Kebumen," ucapnya.


Jika ditelisik lebih dalam, kata Yanie, aksi perundungan memiliki dampak negatif bagi perkembangan mental korban. Tak jarang, aksi tersebut juga memiliki konsekuensi berupa ancaman pidana bagi pelaku. "Pelaku maupun korban sama-sama dirugikan. Repotnya kalau nanti urus administrasi, misal SKCK itu pasti terdaftar," bebernya. (fid/pra)

Editor : Satria Pradika
#Satgas #kebumen #Disdikpora