KEBUMEN - Bakal Calon Presiden (Bacapres) Anies Baswedan melakukan safari politik ke Pesantren Al Falah dan Al Kahfi Kebumen, Senin (2/10).
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tampak mengenakan batik bermotif Wahyu Tumurun karena kunjungan ini bertepatan dengan Hari Batik Nasional.
Bagi Anies, batik motif Wahyu Tumurun memiliki makna filosofi yang cukup mendalam. Utamanya sebuah pengharapan agar pemakai berlimpah berkah dalam menjalankan amanah.
"Ada sebuah pesan di motif batik Wahyu Tumurun. Kita mengharapkan keberkahan," kata Anies usai bertemu Pengasuh Pesantren Al Kahfi, KH Afifuddin Chanif Al Hasani.
Selain sarat filosofi, penggunaan motif tersebut bagian dari kebanggaan atas kekayaan Nusantara. Ia menyebut, motif batik Wahyu Tumurun sudah dikenal masyarakat sejak tahun 1.400-an hingga sekarang.
Ia pun bersyukur, batik kini terus berkembang relevan mengiringi kebutuhan zaman.
"Jadi, harus membuat inovasi dilihat pemanfaatannya. Dulu sekedar sarung, sekarang dibuat untuk kemeja dan macam-macam," bebernya.
Dalam kunjungan ke Kebumen, Anies bertolak dari Jakarta menggunakan pesawat. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu tiba di Pesantren Al Kahfi sekitar pukul 10.00 WIB.
Sholawat kebanggaan warga NU, Yalal Wathon sempat menggema menyambut kedatangan Anies. "Saya bersyukur sekali bisa sampai disini, ini pondok pesantren yang sangat panjang umurnya," ungkapnya.
Pantauan di lokasi, Anies tampak mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih polos dan sarung batik beserta peci.
Kedatangan Anies disambut hangat sang tuan rumah, KH Afifuddin Chanif Al Hasani bersama kader partai dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Selesai sowan, Anies melanjutkan kunjungan ke Pesantren Al Falah. Dia tampak berjalan kaki menuju titik pesantren kedua karena memang jaraknya cukup berdekatan.
Sementara itu, Ketua DPD Partai NasDem Kebumen Faiz Alauddien Reza Mahardika bersyukur, bacapres yang diusung partainya bersedia meluangkan waktu datang ke Kebumen.
Menurutnya, kedatangan Anies akan menjadi pemantik semangat kader partai koalisi dalam menyamakan persepsi sebelum menghadapi Pemilu 2024.
"Terus kami lakukan kolaborasi dengan teman PKB dan PKS. Nanti ada juga konsolidasi seluruh partai koalisi," ucapnya. (fid)
Editor : Amin Surachmad