Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Punya PR Kelola Sampah, dari Empat TPS3R Hanya Dua yang Beroperasi

Naila Nihayah • Sabtu, 23 September 2023 | 06:15 WIB

 

SIMBOLIS: Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Camat Ngablak saat menanam bibit pohon di Pinea Forest Mangli, Rabu. (Dok: Prokompim Setda Kabupaten Magelan
SIMBOLIS: Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Camat Ngablak saat menanam bibit pohon di Pinea Forest Mangli, Rabu. (Dok: Prokompim Setda Kabupaten Magelan

 

RADAR JOGJA – Kecamatan Ngablak berkomitmen untuk menyelenggarakan program kampung iklim (proklim). Sebagai upaya dalam mendukung terwujudnya kemandirian pangan, pengelolaan sumber daya alam, dan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Sebab, hingga saat ini, warga Kecamatan Ngablak masih enggan untuk membuang sampah di TPS3R maupun bank sampah.

Camat Ngablak Pudjo Ihtiarta mengalui, di wilayahnya terdapat empat TPS3R namun belum digunakan secara optimal. Dua di antaranya berjalan dan dua lainnya macet. Bahkan, dia masih menjumpai pembuangan sampah di sungai, got, hingga membakarnya. "Ini sangat berbahaya karena akan meningkatkan konsentrasi rumah kaca atau pemanasan global," ungkapnya, Kamis (21/9).

Baca Juga: Dibantu Alat oleh Astra, TPS3R Brama Muda Sleman Kini Butuh Tambahan Sampah

Selain itu, lanjut Pudjo, masih banyak dijumpai para peternak yang membuang kotoran di got atau saluran pembuangan air. Selaras dengan permasalahan tersebut, pemerintah kecamatan dan desa bekerja sama untuk mengubah pola pikir warga ke arah yang lebih ramah lingkungan.

Menurutnya, solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan dibentuknya proklim dengan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang selama dua bulan. Tujuannya membentuk dan menyosialisasikan proklim di enam desa. Yakni Desa Girirejo, Jogoyasan, Pandean, Ngablak, Tejosari, dan Jogonayan.

Hal itu ditandai dengan melakukan deklarasi bersama seluruh kepala desa sekaligus pencanangan kecamatan proklim. "Ke depan, sampai Desember akan kami bentuk seluruhnya 16 desa sebagai kampung proklim," tegas Pudjo.

Baca Juga: TPST Piyungan Tutup Berkah bagi TPS3R Go-Sari

Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Adi Waryanto mengatakan, untuk menanggulangi perubahan iklim, bupati Magelang pada 2019 lalu telah menginstruksikan kepada seluruh camat , untuk membentuk proklim. "Saya berharap kegiatan ini tidak hanya sebatas deklarasi saja. Namun, tetap melakukan langkah-langkah nyata," ujarnya.

Langkah-langkah itu seperti penghijauan, menjaga sumber mata air, serta tidak membakar sampah, hutan, dan lahan secara sembarangan. Termasuk berupaya untuk mengurangi risiko dan ancaman akibat bencana yang disebabkan dari perubahan iklim.

Melalui deklarasi ini Adi meminta pemerintah Kecamatan Ngablak agar selalu memberikan dorongan dan bimbingan kepada warganya. Juga segera membentuk kelompok kerja (pokja) proklim yang nantinya dari masing-masing desa saling berjejaring atau terhubung.

Dia menilai, setiap kampung iklim memiliki cara dan keunikannya sendiri. Selain itu, keberadaan TPS3R maupun bank sampah harus dimanfaatkan secara optimal. "Dengan saling berjejaring, maka kampung iklim bisa saling belajar dan mencontoh agar menjadi semakin baik," tuturnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#TPS3R #Sampah #proklim