Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jadi Cerminan Kota, Terminal Tidar Magelang Bebas dari Sampah

Naila Nihayah • Jumat, 15 September 2023 | 22:11 WIB
RERESIK: Para pekerja tampak menyapu area Terimal Tipe A Tidar Magelang, Jumat (15/9). Terlebih, terminal ini dicanangkan sebagai terminal yang bebas dari sampah. (Dok Prokompim Kota Magelang)
RERESIK: Para pekerja tampak menyapu area Terimal Tipe A Tidar Magelang, Jumat (15/9). Terlebih, terminal ini dicanangkan sebagai terminal yang bebas dari sampah. (Dok Prokompim Kota Magelang)

Dok Prokompim Kota Magelang

 

MAGELANG, Radar Jogja - Terminal Tipe A Tidar Magelang berkomitmen untuk menjadikan areanya tetap bersih. Sebab, terminal menjadi satu cermin bagi Kota Magelang.

Untuk itu, Terminal Tidar dicanangkan sebagai terminal yang bebas sampah. Hal tersebut sekaligus untuk memberi rasa nyaman kepada pengunjung dan penghuninya.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Provinsi Jawa Tengah Yugo Antoro menuturkan, keberadaan terminal menjadi cerminan Kota Magelang. Terminal Tipe A Tidar ini diharapkan dapat menjadi pemacu ekonomi sebagai penyangga destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Borobudur dan sebagainya.

Menurutnya, fungsi terminal saat ini tidak hanya untuk perpindahan penumpang, tetapi juga pertumbuhan UMKM. “Maka harapan besar masyarakat bisa menjaganya dan mencari nafkah di terminal ini. Aturan-aturannya juga harus ditaati. Teman-teman juga harus paham bahwa terminal ini milik kita dan untuk kita,” terangnya usai pencanangan, Jumat (15/9).

Dia berharap, pencanangan Terminal Bebas Sampah ini tidak sesaat, tetapi selamanya sebagai rumah bersama yang nyaman. Seluruh warga terminal juga harus menyadari dan memahami betul kebersihan di ruang publik, khususnya terminal.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tidar Magelang Aris Mujiono menuturkan, pencanangan terminal bebas sampah ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Harhubnas. “Kenapa ada pencanangan seperti ini? Kami punya mimpi nanti ke depan paling tidak, (terminal) bisa memiliki prosedur operasi standar (SOP) seperti bandara,” bebernya.

Impian itu, kata dia, bisa dimulai dari hal kecil terlebih dahulu. Utamanya soal kebersihan lingkungan terminal. Lantaran menurutnya, kebersihan merupakan indikator dari sebuah pelayanan.

Dia menargetkan, dalam satu bulan ini, pola kebersihan di terminal akan semakin baik dan berubah. Para penumpang maupun warga terminal juga diminta untuk mengubah kebiasaan buang sampah sembarangan.

Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz berharap, dengan pencanangan ini Terminal Tidar jadi terminal terbersih se-Indonesia. Dia menyambut baik ide pembangunan Terminal Tipe A Tidar yang memiliki fasilitas seperti bandara.

Hal ini akan menambah kenyamanan sekaligus daya tarik masyarakat dari luar daerah untuk berkunjung ke Kota Magelang.

Aziz pun meminta agar para penghuni terminal harus ramah. “Nanti bisa juga ada hotelnya. Kota Magelang ibaratnya telur ceplok, kita tengahnya yang paling enak, banyak protein dan lemaknya. Orang dari daerah sekitar banyak yang datang sehingga harus ada nuansa berbeda termasuk terminalnya,” jelasnya. (aya)

Editor : Amin Surachmad
#telur ceplok #bebas sampah #radar jogja #Kota Magelang