PURWOREJO, Radar Jogja - PDAM Purworejo usulkan 1.000 sambungan rumah (SR) ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapennas) dalam program percepatan pemasangan SR.
Direktur PDAM Tirta Perwitasari Hermawan Wahyu Utomo menyebutkan, program tersebut merupakan program dari Presiden RI Joko Widodo melalui Bapennas. Yakni, menargetkan 10 juta SR pada 2024 mendatang.
Saat ini target tersebut belum tercapai sehingga ada percepatan untuk pemasangan sambungan. Namun, hanya PDAM yang memiliki idle capacity atau kapasitas sisa yang bisa memasang.
"Programnya yaitu pasang baru Rp 100 ribu untuk Kecamatan Butuh dan Grabag kalau pemasangan normal Rp 1,5 juta. Nanti, pemasangannya dilakukan oleh BPPW (Balai Prasarana Dan Permukiman Wilayah) Provinsi Jateng. PDAM hanya survei kebutuhan pelanggan (real demand survey) dan menyiapkan persyaratan penerima program," katanya saat ditemui Kamis (14/9).
Terkait sosialisasi, PDAM Purworejo sudah melakukan sosialisasi terkait program tersebut ke kepala desa (kades) dan perangkat desa se-Kecamatan Butuh di Desa Kedungsari pada Kamis (14/9). PDAM Purworejo akan melakukan sosialisasi secara bertahap, selanjutnya akan sosialisasi ke Kecamatan Grabag.
"Survei akan dilakukan hingga 22 September mendatang, kemudian hasilnya akan dikirim ke Bapennas maksimal 28 September. Di Bapennas data akan divalidasi, kalau sudah, para pelanggan baru bayar biaya pendaftaran Rp 100 ribu," jelas dia.
Dikatakan, Kecamatan Butuh dan Grabag menjadi sasaran karena merupakan wilayah yang menjadi prioritas dalam pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Keburejo (Kebumen-Purworejo). Yakni, melalui instalasi pengolahan air (IPA) Jembangan dari Waduk Wadaslintang, Kebumen.
Diketahui, untuk memenuhi kebutuhan air bersih pelanggan, PDAM Purworejo mengambil air dari Bendungan Wadaslintang, Kebumen yang memiliki tiga IPA. Di antaranya, IPA Balingasal yang mengaliri wilayah Kecamatan Pituruh, Kemiri, hingga Kutoarjo. Rencana awal, dari IPA itu Kabupaten Purworejo mendapatkan 200 liter per detik ternyata hanya 50 liter per detik.
"Sehingga, kami minta dari IPA Jembangan karena masih banyak sisa. Kabupaten Purworejo meminta 50 liter untuk mengaliri wilayah Kecamatan Grabag dan Butuh sampai Ngombol," tandas Wawan sapaannya itu. (han)
Editor : Amin Surachmad