Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kementan Lakukan Hilisirasi Peningkatkan Nilai Tambah Pertanian Lewat Pelatihan

Naila Nihayah • Kamis, 14 September 2023 | 23:34 WIB

 

ZOOM MEETING: Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi saat memberikan keterangan terkait pelatihan sejuta petani dan penyuluh, Kamis (14/9). (Istimewa)
ZOOM MEETING: Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi saat memberikan keterangan terkait pelatihan sejuta petani dan penyuluh, Kamis (14/9). (Istimewa)

 

MAGELANG - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong terwujudnya hilirisasi peningkatan nilai tambah komoditas pertanian di Indonesia. Hal itu dirasa penting agar dapat meningkatkan pendapatan para petani. Untuk itu, Kementan bakal menggelar pelatihan sejuta petani dan penyuluh volume 8 tahun 2023 secara online dan offline.

Pelatihan bertajuk Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Pertanian Mengantisipasi El Nino ini dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, 19-21 September 2023. Rencananya, pelatihan akan dibuka secara resmi oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

Syahrul mengutarakan, kunci untuk meningkatkan mutu dan produktivitas pertanian terletak pada sumber daya manusia (SDM) pertanian. Yang meliputi petani dan penyuluh. “Apabila SDM kita maju, maka maju pula sektor pertaniannya. Apalagi kalau SDM pertaniannya memiliki kemampuan yang mumpuni,” ujar dia.

Dengan begitu, tujuan Kementan untuk menjadikan pertanian maju, mandiri, dan modern dapat dicapai. Hal itu juga dapat didukung dengan adanya peningkatan produksi pertanian yang berbasis keberlanjutan. Para petani juga diminta cepat tanggap dalam menyikapi perubahan iklim yang tidak menentu, seperti El Nino sekarang ini.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementan Dedi Nursyamsi menuturkan, bicara soal kesejahteraan petani, berarti ada kaitannya soal peningkatan pendapatan. “Dalam hal ini, ternyata hilirisasi pertanian menjadi kata kunci untuk meningkatkan pendapatan,” bebernya melalui Zoom Meeting, Kamis (14/9).

Sebab, kata dia, setiap tahapan, baik olahan maupun produksi suatu komoditas pertanian akan menghasilkan pendapatan yang besar. Apalagi jika olahan komoditas itu diekspor, tentu keuntungannya ikut bertambah. Dedi menegaskan, para petani diminta untuk tidak puas jika hanya menjual bahan mentah. Lantaran keuntungannya dirasa kecil.

Namun, mindset para petani belum mengarah ke olahan komoditas. Sehingga diperlukan keterampilan, pengetahuan, dan pendampingan kepada mereka dengan pelatihan. Selama ini, Kementan telah bekerja sama dengan perguruan tinggi, lembaga riset, hingga pemerintah daerah untuk terus mencerdaskan petani.

Selain menyediakan pangan bagi 280 juta penduduk Indonesia, pelatihan ini bermuara pada kesejahteraan petani dan meningkatkan pendapatannya. Termasuk menggenjot ekspor. “Jangan puas ekspor low material. Tingkatkan dulu nilai tambahnya sebelum ekspor. Karena produk petani yang sudah diolah, dapat memberikan nilai tambah,” terangnya.

Dedi menambahkan, esensi dari pelatihan tersebut adalah bagaimana petani dapat mengerti bahwa keuntungannya berasal dari hilir. Meski tingkat kesulitannya berasal dari hulu. “Sehingga petani yang ikut pelatihan, akan meningkatkan kapasitas dan kemampuannya dalam hal meningkatkan nilai tambah produk pertanian,” imbuhnya. (aya)

Editor : Amin Surachmad
#komoditas pertanian #Kementerian Pertanian #Nilai Tambah