Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DKPP Kembangkan Varietas Tembakau Lokal Purworejo 

Jihan Aron Vahera • Rabu, 13 September 2023 | 18:45 WIB

POTENSIAL: Penilaian tembakau dari hasil uji tembakau di halaman DKPP Purworejo Selasa (12/9/23).JIHAN ARON VAHERA/RADAR PURWOREJO
POTENSIAL: Penilaian tembakau dari hasil uji tembakau di halaman DKPP Purworejo Selasa (12/9/23).JIHAN ARON VAHERA/RADAR PURWOREJO
 


RADAR JOGJA - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Purworejo saat ini tengah kembangkan varietas tembakau di Kabupaten Purworejo. Selama ini, tembakau di Kabupaten Purworejo masih dalam bentuk galur atau calon varietas, dan belum miliki varietas lokal Purworejo. 

Subkor Pengawasan Sarana Pertanian, Bidang Sarana dan Perlindungan Pertanian DKPP Purworejo Eko Susanto menyebut, ada 10 calon varietas yang diuji untuk nantinya dipilih yang terbaik. Saat ini masih dalam tahap uji multi-lokasi yang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Hari ini ada penilaian atau grading terhadap hasil uji multi lokasi dari empat lokasi yaitu di Desa Karangmulyo dan Ketangi (Kecamatan Purwodadi), Desa Kalirejo (Kecamatan Bagelen), dan Desa Rowobayem (Kecamatan Kemiri)," katanya Selasa (12/9/23).

Sebelum dilakukan uji multi-lokasi, pihaknya melakukan eksplorasi terlebih dahulu dengan mencari tembakau di Kabupaten Purworejo dan diseleksi. "Di 2022 ditemukan 10 varietas dan diuji daya hasil, baru dilakukan uji multi-lokasi ini," jelasnya. 

Di Kabupaten Purworejo, ada sekitar 400 hektare lahan yang ditanami tembakau. Paling banyak ada di Desa Pacekelan, Purworejo; Desa Rowobayem, Kemiri; dan Desa Ketangi, Purwodadi).

"Selama ini tembakau di Kabupaten Purworejo banyak di dataran rendah. Tapi, kami sudah melirik ke dataran tinggi, tahun lalu di Desa Watuduwur dan Blimbingan (Kecamatan Bruno). Tahun ini kami melirik di Desa Pucungroto (Kecamatan Kaligesing) dan Desa Banyuasin (Kecamatan Loano masing-masing demonstrasi plot (demplot) 0,1 hektare. Animo masyarakat bagus di sana dan ada yang sudah panen," beber Eko. 

Sementara, Peneliti Pemulia Tanaman Tembakau dari BRIN Fatkhur Rochman menyampaikan, dari 10 calon varietas yang diuji ada Sembowo, Sitepus, Silikenongo, dan varian dari masing-masing galur itu. "Dari 10 calon varietas tersebut diuji dengan dua pembanding. Jadi totalnya ada 12 perlakuan, masing-masing lokasi ada 12 varietas masing-masing diulang tiga kali untuk mencari produksi yang banyak dan memiliki mutu tinggi," kata Fatkhur. 

Dalam uji multi-lokasi, para grader memilih jenis tembakau dengan melihat mutu dan produktivitas tembakau. Yakni dengan menilai dari warna, tekstur, aroma, rasa, dan tampilan yang muaranya akan ke harga.

Dia mengungkapkan, uji multi-lokasi setidaknya dilakukan selama tiga tahun, "Datanya nanti akan dievaluasi terlebih dahulu sebelum disampaikan ke Kementerian Pertanian dan dikeluarkan sertifikat untuk nama varietas tembakau lokal Purworejo. Tahun depan masih uji multi lokasi lagi," ungkapnya.

Menurutnya, tembakau di Purworejo memiliki ciri khas dan karakter mutu dibanding tembakau lain. Sehingga, konsumennya juga beda dan memiliki segmen pasar sendiri.

"Bisa berubah lebih baik atau jelek tetapi cenderung ke arah jelek, karena biasanya konsumen sudah terbiasa dengan tembakau di wilayahnya kalau dijual mahal takut tidak laku," rincinya. (han/eno)

Editor : Satria Pradika
#BRIN #tembakau lokal #Purworejo