RADAR JOGJA - Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Koperasi Mahasiswa (Kopma) Universitas Tidar (Untidar) mendampingi Desa Genito, Windusari untuk menuju desa wirausaha. Satu upayanya dengan mendirikan Sanggar Abyakta sebagai wadah pendidikan, pelatihan, dan pendampingan usaha di desa tersebut.
Ketua Tim PPK Ormawa Kopma Untidar Nurkhasanah menilai, Desa Genito memiliki potensi untuk dirintis menjadi desa wirausaha. Sehingga dibentuklah Sanggar Abyakta yang kini memiliki sepuluh anggota. Mayoritas merupakan ibu rumah tangga yang tertarik untuk mencari penghasilan tambahan tanpa harus bekerja di luar desanya."Kami mendampingi warga dengan membuat kripik jamu dan es kul-kul. Tidak hanya dalam produksi, namun sampai pada pengemasan dan pemasarannya. Sehingga mereka memiliki tambahan penghasilan," ujar Nurkhasanah, Minggu (10/9).
Ketua Sanggar Abyakta Supiyo menjelaskan, produksi keripik jamur dan es kul-kul ini merupakan usaha rintisan. Harapannya, warga Desa Genito dapat membuat produk inovasi lain untuk meningkatkan nilai jual potensi dan sumber daya alam di desanya.
Dia menambahkan, jamur biasanya diperjualbelikan secara langsung, tanpa proses pengolahan. "Setelah diolah menjadi keripik, ternyata mampu menambah nilai jual dan produknya bisa tahan beberapa hari. Hal itu tentu meningkatkan pendapatan warga," ujarnya.
Umumnya, lanjut dia, keripik jamur tiram dikemas dalam kemasan kecil seharga Rp 3 ribu dan es kul-kul dengan harga satuan Rp 2 ribu. Supiyo mengatakan, kedua produk ini menjadi produk usaha baru yang bisa dijajakan untuk anak-anak.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untidar Prof Parmin mengatakan, Tim PPk Ormawa Kopma mengarahkan Genito menjadi desa wirausaha karena kegiatan kewirausahaannya diselenggarakan secara terorganisir oleh seluruh warga. Pengembangan desa wirausaha akan membawa banyak manfaat.
Termasuk pengurangan kemiskinan, mengurangi laju urbanisasi penduduk, menciptakan lapangan kerja di desa, meningkatkan pendapatan masyarakat, hingga penguatan jenis inovasi usaha di desa. "Semoga pengembangan keripik jamur tiram dan es kul-kul ini akan menjadi produk baru Desa Genito. Harapannya bisa menambah penghasilan dan kesejahteraan warga," tuturnya.
Tim PKK Ormawa Kopma juga membuka diskusi terkait kendala-kendala yang sering dihadapi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Satu di antaranya terkait sumber daya manusia (SDM). Pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan usahanya, dinilai kurang. Termasuk aksesibilitas promosi produk. "Maka dari itu, kami akan memaksimalkan pendampingan dari Juli-November 2023 untuk mengarahkan Desa Genito menjadi desa wirausaha," paparnya. (aya/pra)
Editor : Satria Pradika