Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ramai-Ramai Reresik Shelter Kuliner Tuin Van Java Kota Magelang

Naila Nihayah • Selasa, 5 September 2023 | 22:07 WIB
BERSIHKAN: Para pemuda maupun Damkar Kota Magelang tampak membersihkan selter kuliner Tuin Van Java (TVJ) Kota Magelang, Selasa (5/9). (Naila Nihayah/Radar Jogja)
BERSIHKAN: Para pemuda maupun Damkar Kota Magelang tampak membersihkan selter kuliner Tuin Van Java (TVJ) Kota Magelang, Selasa (5/9). (Naila Nihayah/Radar Jogja)

 

MAGELANG, Radar Jogja - Shelter kuliner Tuin Van Java (TVJ) Alun-Alun Kota Magelang tampak ramai. Bukan karena banyaknya pembeli, tapi para pekerja tampak menyapu langit-langit, tiang, hingga menyikat lantai selter. Petugas damkar juga melakukan penyemprotan dengan air.

Sementara itu, para pedagang TVJ meliburkan diri. Tidak membuka lapaknya. Karena area itu tengah dibersihkan.

Mereka sepakat untuk memaksimalkan pembersihan shelter selama dua hari, 5-6 September. Hal ini dirasa perlu sebab kebersihan shelter sebagai sarana Pemkot Magelang menjadi tanggung jawab bersama agar pembeli lebih nyaman.

Ketua Paguyuban PKL TVJ Alun-Alun Kota Magelang Sugiarto mengatakan, kesepakatan tersebut berawal dari pertemuan dengan Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz di IKM Center pada Jumat (25/8) lalu. "Pak Wali mewacanakan, bagaimana kalau TVJ libur. Kami pun tidak keberatan, asalkan tidak di hari Sabtu dan Minggu," katanya saat ditemui, Selasa (5/9).

Dia menyebut, para pedagang pun sepakat untuk libur selama dua hari. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk melakukan bersih-bersih. Mengingat sudah lama selter kuliner tidak dibersihkan. Biasanya, para pedagang TVJ rutin membersihkan seluruh shelter setidaknya dua sampai tiga kali dalam setahun.

Sebab, kata dia, mereka membutuhkan waktu yang lama untuk membersihkan seluruh shelter. Mulai dari rangka besi langit-langit, lantai, dan fasilitas lainnya harus dibersihkan dengan saksama. Pihaknya juga berencana akan mengecat ulang shelter.

Lantaran ada beberapa pedagang yang tidak datang saat pertemuan itu, dia meminta agar disperindag membuat edaran resmi untuk meliburkan para pedagang. Meski pada dasarnya, banyak pedagang yang menantikan hari libur tersebut.

"(Membersihkan) itu memang harus libur agar maksimal. Jadi, dua hari ini saya manfaatkan. Kami mau cat ulang juga biar terlihat indah," ujarnya.

Hanya saja, lanjut Sugiarto, beberapa pedagang ada yang tidak setuju dengan edaran tersebut. Karena pada edaran itu, berbunyi, “Bahwa dalam rangka mendukung dan mensukseskan kegiatan Pasar Raya Magelang tahun 2023 yang dilaksanakan pada tanggal 1 s/d 10 September 2023 di GOR Samapta, maka Pemerintah Kota Magelang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan mengimbau kepada pedagang kuliner TVJ dan angkringan Alun-Alun Kota Magelang untuk tidak berjualan (libur) pada hari Selasa dan Rabu tanggal 5 dan 6 September 2023”.

Padahal, kata dia, narasi itu tidak sepenuhnya benar. Sebab penutupan selama dua hari ini bukan semata untuk mendukung gelaran Pasar Raya Magelang. Tapi, memang inisiatif dari seluruh pedagang. Meski pada dasarnya dia juga bersama-sama menyengkuyung gelaran tersebut.

Dia menuturkan, kegiatan ini juga untuk memupuk rasa guyub sesama pedagang selter TVJ dan sekitarnya yang sudah lama mengais rezeki bersama. Untuk jumlahnya sekitar lebih dari 150 pedagang TVJ. Meliputi pedagang sif pagi, malam, dan angkringan di selatan alun-alun.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang Syaifullah mengungkapkan, gagasan membersihkan shelter datang dari pedagang agar TVJ dan sekitarnya tetap cantik, sehat, dan higienis. Dua hari libur ini, lanjut dia, sudah menjadi kesepakatan bersama dengan para pedagang TVJ.

Kesepakatan diambil saat pertemuan dengan Pemkot Magelang di IKM Center. Terlebih, libur jualan itu sudah biasa untuk pembersihan maupun kegiatan lain, seperti piknik. "Cuma memang momennya bersamaan dengan kegiatan Pasar Raya Magelang (PRM) di kompleks Gelora Sanden, 1-10 September 2023," ungkapnya.

Hanya saja, beberapa di antaranya meributkan hal itu dan menimbulkan persepsi yang berbeda. “Tapi, ini momennya pas barengan Pasar Raya Magelang. Jadi, waktu itu ditawarkan sebagai bentuk mangayubagyo. Kalau tidak mau, ya tidak apa-apa. Setelah bersih-bersih selesai, mereka bisa berjualan lagi,” imbuhnya. (aya)

Editor : Amin Surachmad
#radar jogja #Pemkot Magelang #Tuin Van Java #TVJ #IKM Center