MUNGKID - Sejumlah wilayah di Kabupaten Magelang mengalami kekeringan. Termasuk di Dusun Butuh, Candirejo, Borobudur. Padahal, warga sudah membuat sumur bor dengan kedalaman 124 meter. Namun, upaya tersebut belum bisa menyelesaikan masalah tersebut.
Kepala Dusun Butuh Said mengungkapkan, selama musim kemarau, para warga di dusunnya kerap mengalami kekurangan air. Meski sudah membuat sumur bor sedalam 124 meter, tapi banyak warga masih kesulitan mendapat pasokan air yang memadai.
Kekeringan itu, kata dia, sudah menjadi permasalahan menahun. Belum ada solusi terkait dengan kekeringan yang melanda di Dusun Butuh, Candirejo tersebut. Dia berharap, permasalahan ini menjadi perhatian dari pemerintah maupun instansi terkait.
"Kami harap agar Polri, khususnya Polresta Magelang dapat mencari solusi agar setiap tahun tidak ada kekurangan air," ujarnya di lokasi, Senin (4/9).
Menyikapi kekeringan tersebut, Polresta Magelang memberikan bantuan sosial berupa penyaluran air bersih sebanyak 20 ribu liter di Dusun Butuh, Candirejo, Borobudur. Penyaluran air bersih itu melibatkan 10 personel Sat Lantas Polresta Magelang.
Kasat Lantas Polresta Magelang Kompol Agus Santoso mengatakan, bantuan sosial penyaluran air bersih ini merupakan wujud nyata dari komitmen polresta dalam membantu warga yang terdampak kekeringan. Utamanya di musim kemarau panjang seperti saat ini.
Selain itu, kegiatan penyaluran air bersih ini juga menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah kesulitan warga. "Saat ini memang musim kemarau yang mengakibatkan beberapa sumber air mati dan mengakibatkan beberapa wilayah kekurangan air bersih," ungkap Agus.
Dia berharap, dengan adanya kegiatan ini, warga terbantu untuk mencukupi kebutuhan air bersih demi keperluan sehari-hari. "Semoga bantuan sosial penyaluran air bersih ini dapat membantu warga dalam mencukupi kebutuhan air besih. Khususnya di Dusun Butuh, Candirejo, Borobudur," harapnya.
Warga pun berbondong-bondong untuk mendatangi tangki air yang disediakan oleh Polresta Magelang. Mereka tampak membawa jeriken dan mulai antre untuk mendapatkan air tersebut. Meski pasokan air itu belum cukup dengan seluruh kebutuhan.
Salah satu warga Sutini mengatakan, kondisi kekeringan yang melanda Dusun Butuh, membuat pasokan air cenderung kurang. Warga juga tidak hanya mengandalkan sumur bor, tapi juga mencari air di tempat lain, seperti sungai. Meski jaraknya cukup jauh. "Air bersih ini sangat kami butuhkan dan kami yakin besar manfaatnya," ucapnya. (aya)
Editor : Amin Surachmad