Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Magelang Banjir Motor Antik, Vespa, hingga BMX

Naila Nihayah • Senin, 4 September 2023 | 15:30 WIB
MENARIK: Motor-motor antik dari tahun 1940-an sampai 1970-an berjajar di pendopo Lapangan drh Soepardi, Sawitan, Minggu (3/9).Naila Nihayah/Radar Jogja
MENARIK: Motor-motor antik dari tahun 1940-an sampai 1970-an berjajar di pendopo Lapangan drh Soepardi, Sawitan, Minggu (3/9).Naila Nihayah/Radar Jogja


RADAR JOGJA
- Sebanyak 47 unit kendaraan klasik unjuk gigi di Lapangan drh Soepardi, Sawitan. Rangka motornya nampak masih asli. Khas keluaran 1950 hingga 1970-an. Namun, beberapa di antaranya sudah dimodifikasi sedemikian rupa. Meski tak menghilangkan keantikan dari motor tersebut.

NAILA NIHAYAH, MUNGKID

Pada kegiatan yang bertajuk Gemilang Classic Fest 2023, para pengunjung dimanjakan dengan aneka motor, mobil, dan sepeda tua klasik. Tujuannya untuk mengenalkan dan mengedukasi kepada masyarakat luas terkait keberadaan komunitas pecinta kendaraan klasik. Serta dirangkaikan dengan perayaan HUT ke-78 RI.

Baca Juga: Vakansi ke Objek Wisata Baru di Magelang, Pinea Forest Mangli

Ada empat komunitas yang mengikuti pameran tersebut. Yakni komunitas Motor Antique Club Indonesia (MACI), komunitas vespa Scootsa, Magelang Vespa Club (MVC), dan komunitas BMX. Selain pameran, mereka melaksanakan talkshow seputar motor klasik dan hal-hal klasik lainnya. Lalu, ada stan makanan jadul, rolling thundermengelilingi kawasan Candi Borobudur, hingga konser musik.

Kendaraan klasik yang dipamerkan terdiri dari vespa 16 unit dan tertua 1955. Kemudian, mobil klasik tiga unit dan motor antik 16 unit, tertua 1948. Lalu, sepeda BMX berjumlah 12 unit dan yang tertua 1970-an.

Anggota MACI Aan Satria mengaku senang dengan kegiatan ini. Mengingat pemerintah daerah mendukung penuh keberadaan komunitas motor antik maupun kendaraan klasik lainnya. Harapannya, Gemilang Classic Fest ini dapat terselenggara setiap tahunnya.

Baca Juga: Pemkot Magelang Dapat Rp 5 Miliar untuk Bangun Rusus

Pada kegiatan tersebut, dia pribadi membawa lima unit motor klasik miliknya. Menurutnya, setiap motor klasik memiliki nilai yang lebih. Bahkan, tidak bisa dihitung dengan nominal. Apalagi jika didukung dengan nilai historis atau kenangan yang melekat pada kendaraan tersebut.

Sebetulnya, Aan memiliki sembilan koleksi motor klasik. Yang mana merupakan milik sang ayah dan dia diminta untuk merawatnya. Dia juga tidak berkeinginan untuk menjualnya. Justru ingin menambah koleksi motornya. "Spare part-nya memang sulit. Untuk sekarang, saya benar-benar mau ngoleksi karena suatu saat bisa jadi investasi," sebutnya Minggu (3/9).

Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Adi Waryanto mengatakan, kegiatan ini menjadi wadah bagi para pecinta motor klasik untuk melestarikan benda bersejarah tersebut. Mengingat saat ini, merek motor baru terus bermunculan dan menggeser keberadaan motor klasik.

Baca Juga: Kota Magelang Raih Nirwasita Tantra 2022

Kendati begitu, kendaraan yang dinilai sudah tua itu memiliki sejumlah kelebihan. Terutama di mata para pecintanya karena mempunyai nilai tambah dibanding kendaraan keluaran sekarang. "Bisa memiliki dan melestarikan motor tua itu menjadi dambaan banyak orang. Lebih-lebih memiliki nilai historis atau kenangan tersendiri," ujarnya.

Dia memandang, pameran kendaraan klasik ini sebagai upaya merawat atau melestarikan benda sejarah. Utamanya yang memiliki nilai penting dalam ilmu pengetahuan maupun budaya. Kegiatan ini, kata dia, sekaligus menjadi pengingat untuk tidak meninggalkan sejarah. (pra)

Editor : Satria Pradika
#Magelang #motor klasik #MACI Magelang #bmx